<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996</id><updated>2012-02-16T05:47:07.335-08:00</updated><title type='text'>an angle</title><subtitle type='html'>Tidak akan pernah habis lisan terucap dan tulisan tertoreh untuk setiap ruang kehidupan manusia. Begitu banyak kisah yang diselipkan pada setiap denyut nadi untuk diteropong di setiap sudut.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-7010145593684108069</id><published>2007-08-12T19:00:00.000-07:00</published><updated>2007-08-12T19:32:50.938-07:00</updated><title type='text'>Ruang Jiwa</title><content type='html'>mind and soul.keduanya sangat terkait erat, saling mempengaruhi.tapi,mana yang duluan? pikiran yang mempengaruhi jiwa atau sebaliknya? atau mungkin tidak ada hierarki antara mereka karena keduanya berjalan paralel. jika salah satu di-shut down, yang lainnya akan mati. bukan kematian fisik dimana ruh meninggalkan jasad, tapi kematian hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dunia dengan segala penatnya memang hanya bisa dijalankan oleh makhluk bernama manusia, yang memiliki dua kekuatan itu. dengan pikiran ia bisa menjelma menjadi diktator rakus tapi  jiwa menyeimbangkan perilakunya itu. tapi hidup hanya dengan jiwa, juga tidak akan cukup kuat untuk menopang kehidupan. karena itu kenapa sebuah aktivitas vertikal menjadi kebutuhan mendasar manusia. ada ruang jiwa yang harus dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ruang jiwa memiliki beberapa tingkat, tergantung pada tingkat aktivitas vertikal. hubungan manusia dengan Allah. keluasan dan kematangan ruang jiwa ini sangat mempengaruhi interpersonal. selain itu semua hal ini akan memancarkan kematangan atau kedewasaan. so, orang-orang yang nyaris paripurna itu adalah orang-orang berjiwa 'ke langit'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana cara mendeteksi orang-orang seperti ini? apakah dari rona mukanya? dari pemikirannya? dari tulisannya? dari behave-nya? tidak juga. don't judge book by its cover. penglihatan mata itu semu. pendeteksian itu tidak dirasakan oleh indera manusia, tapi oleh hati. abstrak memang, tapi 'melihat' dengan cara seperti ini jauh lebih aman untuk aktivitas horisontal. pada akhirnya, soul memang akan menjadi lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;...am i wrote too much??&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-7010145593684108069?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/7010145593684108069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=7010145593684108069&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/7010145593684108069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/7010145593684108069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/08/ruang-jiwa.html' title='Ruang Jiwa'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-3682472266965042830</id><published>2007-08-02T22:42:00.000-07:00</published><updated>2007-08-09T21:47:40.023-07:00</updated><title type='text'>Kepergian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seperti saat ketika daun harus berguguran, maka pohon tunduk pada ketetapanNya. Pangkal daun yang telah kehilangan tekanan akibat hilangnya sejumlah air pasti akan meranggas dan tidak dapat diundur meski beberapa milisekon saja. Perjalanan itu dimulai dari hijau rindang, kemudian bermunculan apel merah yang ranum. Namun, tak lama kemudian digantikan kuning coklat yang kering hingga akhirnya semua daun hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir dari kehidupannya tahun ini ketika hawa dingin mulai menyergap di bulan Desember, pohon telah bersiap-siap. Ia telah mempersiapkan semua bekal di bawah tanah. Di permukaan tanah ia mungkin saja mati tapi ternyata tidak. Ia hanya beristirahat sejenak. Setelah empat bulan terlewati dengan perjuangan yang luar biasa, tubuhnya dihangatkan oleh mentari pagi. Seluruh sel dalam tubuhnya mulai bereaksi dan beroperasi. Memulai rencana baru pada awal musim baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya pohon ini yang mulai menata wajahnya, tapi seluruh penduduk desa. Selama empat bulan ke depan yang ada hanyalah kerja keras. Tak lama berselang hijau rindang tubuhnya mulai terlihat diikuti dengan noktah-noktah merah dari kejauhan. Musim panen tiba dan tak hanya pohon yang bersukacita melainkan seluruh penduduk desa. Saat-saat ini adalah bergelimangnya kenikmatan hidup. Merasa lebih hidup karena hidupnya mampu menghasilkan sesuatu untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki bulan ke-9 dalam perjalanan tahunan, pohon merasakan panas yang luar biasa hebat. Ia merasa seolah-olah seluruh tubuhnya mengering karena air hilang dari tubuhnya bahkan dari tanah tempat ia berdiri. Sungguh kondisi yang sangat tidak mengenakan. Ia mulai melihat dirinya tak berguna karena kehijauan yang menyejukkan mata telah hilang. Ia merasa was-was, ketakutan jika memang ternyata ia tak lagi berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, keesokan harinya satu-dua burung mulai hinggap di dahannya dan semakin hari semakin banyak. Burung-burung itu membuat sarang pada dahan pohon itu. Sekali lagi pohon merasa bahagia. Ketakutannya telah pupus begitu medengar kicauan anak burung sepanjang harinya. Baginya itu adalah nyanyian kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama juga ia menikmati itu semua karena berikutnya ia harus melepaskan seluruh daun dari tubuhnya. Bersamaan dengan itu, burung-burung itu pergi. Sedih sekaligus bahagia karena bisa menyertai tumbuh kembang anak burung menjadi burung dewasa. Sekali lagi ia merasa bahagia. Dan pada akhir kehidupannya tahun ini, kembali ia terlelap dalam tidur panjangnya. Harapannya hanya satu agar kelak esok ia dibangunkan untuk memulai tahun yang baru. Jika tidak ia tetap berharap bahkan ketika ia tidur untuk selamanya ia tetap dapat berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak salah rasanya jika berharap untuk bisa hidup seperti pohon. Meski seringkali ia merasakan kepergian apa-apa yang ia cintai. Ia telah memahami dengan bijak arti ditinggalkan dan keputusan arif untuk meninggalkan. Karena ia memiliki kemampuan yang luar biasa untuk beradaptasi dan mentransformasikan diri agar tetap berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase kehidupan akan terus bergulir. Tingkat kesulitannya pun akan meningkat seiringan dengan mutu hidup yang dimiliki sang makhluk. Dimana pun kelak sang makhluk ditempatkan, usaha luar biasa untuk menjadi berdayaguna adalah inti kehidupan. Kepergian pada akhir satu fase merupakan keniscayaan karena segala makhluk yang ada di bumi akan musnah kecuali Dzat Yang Maha Kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;160707&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ready or not...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-3682472266965042830?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/3682472266965042830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=3682472266965042830&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/3682472266965042830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/3682472266965042830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/08/kepergian.html' title='Kepergian'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-6818106188001973157</id><published>2007-08-02T22:36:00.000-07:00</published><updated>2007-08-02T22:41:58.578-07:00</updated><title type='text'>Stagnasi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kelak ketika senja datang sang surya akan tenggelam. Bukan tak ingin lagi membagi tentang apa yang dimiliki. Tidak juga hendak lari dari takdir yang ditetapkan. Bahwa ia dicipta untuk menghangatkanmu. Ia tetap di sana sebagaimana biasanya. Hanya saja kini ia ada untuk bumi seberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaannya terasa nyata, persis ketika kau kehilangan sinarnya. Berharap kelak esok ia akan datang lagi dan memberikan secercah sinar harapan untuk hidup. Kini di dalam kesunyian cahaya, kerinduan tentang kokokan ayam dan kicauan burung membuncah. Menjadi sebuah asa untuk tetap melangkahkan nafas pada tarikan berikutnya. Juga merangkai rencana hidup lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam menjadi sebuah perjalanan panjang yang senantiasa digelayuti tanya, akankah aku disampaikan pada surya terbit? Diberikan kembali kesempatan untuk meningkatkan mutu hidup yang cuma sekali ini. Kerelaan dan keikhlasan atas hidup tadi siang dilepaskan. Seiringan dengan do’a dan harapan agar kelak dapat bertemu kembali, namun ternyata masih ada yang tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat penantian itu adalah saat pengujian. Apakah ia ditemani dengan kesabaran dan keikhlasan ataukah hanya angan-angan dan prasangka belaka. Tentang bagaimana penantian itu dilalui akan menunjukkan kualitas usaha saat esok tiba. Namun, ternyata masih ada yang tertinggal di alam jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan akan kehilangan lagi sinar dan kehangatannya. Itu yang tertinggal. Sehingga langkah kaki menjadi tertatih-tatih dan seringkali terhenti. Melemparkan semua pertanyaan kosong yang tidak berjawab. Menghabiskan energi untuk stagnasi. Sehingga semua asa yang telah ditanam sia-sia dan langkah kaki itu tetap di tempat. Karena sebentar lagi surya akan tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;150707&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Ini adalah ketetapanNya...tapi, bukan untuk diratapi !&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-6818106188001973157?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/6818106188001973157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=6818106188001973157&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/6818106188001973157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/6818106188001973157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/08/stagnasi.html' title='Stagnasi'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-3360342422243624586</id><published>2007-07-19T22:22:00.000-07:00</published><updated>2007-07-19T22:28:22.375-07:00</updated><title type='text'>Bunga dan Kupu-kupu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bunga ’Selamat Datang’. Itu sebutan untuk bunga berwarna merah muda yang selalu hadir di awal tahun ajaran. Bunga ini ada di gerbang depan (selatan) dan dekat perpustakaan pusat (daerah belakang-utara) di kampus ganesha. Nama sebenarnya tidak pernah ada yang mencari. Mungkin karena bunga ini sudah terkenal dengan namanya, selamat datang; selamat berjuang!. Bunga ini diperuntukkan untuk mahasiswa baru. Tapi, bisa juga untuk mahasiswa lama yang dituntut untuk memperbarui semangatnya agar terus berusaha cepat lulus. Untuk mereka, selamat datang asa baru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga ini tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan membentuk rangkaian panjang dari ujung kiri ke kanan. Seperti layaknya sebuah gerbang yang menyapa di atas kepala. Bunganya kecil-kecil, tidak seperti mawar atau tulip. Namun, mereka tetap cantik dan menawan. Indah dipandang mata. Apalagi jika melewati gerbang bunga ini di pagi hari pertama kuliah. Subhanallah, perpaduan yang sempurna antara kabut sisa semalam dan semburat mentari pagi. A new day has come!, mungkin begitu kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua sampai tiga bulan setelah Bunga Selamat Datang bermekaran, kini tiba waktunya bagi bunga-bunga kuning yang berlokasi di tengah kampus. Entah nama mereka sebenarnya apa. Mereka segolongan dengan kamboja. Bunga berwarna kuning; bunga persahabatan. Mereka berbeda dengan bunga merah muda tadi, bunga persahabatan ini berdiri sendiri-sendiri. Mereka memiliki pohon yang berbunga pada 4 atau 5 dahannya. Bunga ini menghiasai taman di antara dua gedung di sisi barat dan timur. Konsep yang menarik: keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan sebuah kenikmatan yang patut disyukuri karena masih diberikan kesempatan untuk merasakan mekarnya Bunga Selamat Datang dan Bunga Persahabatan pada tahun ke-5 ini. Semoga ini yang terakhir sehingga bisa melihat keindahan mekar bunga-bunga yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada masa ini 3 tahun yang lalu dengan latar suasana yang masih sama, terkenang tentang kisah seorang kakak, sahabat, dan guru; Sigit Firmansyah S., alm. Rasanya semua orang di kampus ganesha mengenal beliau. Semua pun akan mengenang beliau sebagai sosok yang nyaris sempurna dari segala sudut ke-manusiaan-nya. Ketundukan sebagai hamba Allah yang paripurna (insyaAllah), selama hidupnya hingga khusnul khotimah di akhir usia dengan lafaz, Allah... Orang baik akan diiringi oleh semerbak harum dan cahaya saat malaikat pencabut nyawa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti perjuangan dan totalitas telah diajarkan tepat di depan tempat mekarnya Bunga Persahabatan. Pembelajaran menjadi orang yang lebih baik dan lebih bermanfaat dilalui dengan menghabiskan masa untuk persiapan OSKM (penerimaan mahasiswa baru). Masa itu begitu heroik. Seorang Sigit telah menjadi guru yang mengajarkan lewat perilaku, bukan kata-kata. Hampir setiap hari kami rapat di tempat ini, karena itu melihat kupu-kupu berseliweran bukanlah hal yang sulit. Meskipun saat itu adalah masa dimana komitmen dan niat diuji, namun semua terasa ringan. Mungkin karena ditemani bunga, kupu-kupu, dan sahabat-sahabat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga, kupu-kupu dan orang baik. Adakah hubungan antara mereka?&lt;br /&gt;Dua hari yang lalu, di dalam angkutan umum ada seorang perempuan berumur 14-15 tahun. Mungkin beliau anak SMP. Berjilbab rapi dan bersahaja. Wajahnya sangat teduh. Ada hal yang lebih menarik, sewaktu beliau naik, ada kupu-kupu yang juga ikut naik. Kupu-kupu itu terbang bolak balik di atas kepala perempuan tadi. Subhanallah, apakah kupu-kupu itu bisa memindai kebaikan orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya, kupu-kupu selalu terbang menuju bunga karena ada makanan disana. Bunga yang beraneka warna menjadi pendukung agar kupu-kupu tadi terbang ke arah sana. Itu sunatullah. Bunga adalah analogi yang sesuai untuk segala sesuatu yang sifatnya baik, tak terkecuali manusia. Jadi, jika ada kupu-kupu yang terbang bolak balik di sekitar kita, apakah itu pertanda bahwa kita adalah orang baik?? Mungkin ini patut untuk dijadikan bahan evaluasi diri. Tapi, yang pasti bukan karena kupu-kupu-nya nyasar kali ya...=)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;190707&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Begitu indah untuk disesali...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-3360342422243624586?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/3360342422243624586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=3360342422243624586&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/3360342422243624586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/3360342422243624586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/07/bunga-dan-kupu-kupu.html' title='Bunga dan Kupu-kupu'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-707343712726735657</id><published>2007-07-16T01:39:00.000-07:00</published><updated>2007-07-16T01:42:55.929-07:00</updated><title type='text'>Mendidik Masa Depan</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Semoga tak akan pernah terlepas dalam benak setiap jiwa pembaharu, pikiran untuk memperbaiki bangsa ini. Pembicaraan mengenai masalah bangsa tidak akan pernah habis. Bahkan bisa jadi seperti memasuki lingkaran setan yang tak berujung. Meskipun kini banyak talkshow di TV bertemakan perbaikan kondisi atau pencarian solusi terhadap masalah bangsa, namun pada akhirnya cacian yang terlontar atau bahkan sindiran yang tak patut. Tapi, masalah-masalah ini memang tetap harus dibicarakan agar rumusan solusi didapat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;" lang="sv-SE"&gt;Bisakah pensolusian itu didapat ataukah hanya permainan politik dan ajang unjuk gigi saja? Tanpa ada langkah konkrit untuk memperbaikinya sehingga pada akhirnya rakyat menjadi penonton abadi yang tak pernah merasakan arti keadilan dan kesejahteraan.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Solusi masalah bangsa : perbaikan golongan tua atau pengkaderan generasi muda. &lt;/span&gt;Dua-duanya masih mungkin untuk dilakukan. &lt;span lang="sv-SE"&gt;Hanya saja, &lt;i&gt;effort &lt;/i&gt;untuk poin pertama akan lebih besar dibanding kedua. Perbaikan &lt;i&gt;mindset&lt;/i&gt; golongan tua membutuhkan kecerdasan luar biasa karena biasanya golongan tua merasa dirinya lebih banyak makan garam kehidupan. &lt;i&gt;Mindset &lt;/i&gt;golongan tua adalah apa-apa yang telah ditanamkan oleh Orba. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Oleh karena itu, cara lain yang harus diusahakan adalah pengkaderan generasi muda. Meskipun kini mereka dicekoki oleh gelombang pemikiran dan gaya hidup barat (baca:ghazwul fikr/perang pemikiran) oleh seluruh media kehidupan, masih ada setitik harapan. Penyelamatan mereka dari perang era baru ini masih memungkinkan, selama para jiwa pembaharu dapat mempertahankan idealisme dan keyakinan ketika bersentuhan langsung dengan generasi muda ini. Untuk kemudian menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran hakiki untuk mengantarkan mereka kembali kepada fitrahnya. Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Hal lain terkait dengan pengkaderan generasi muda adalah pendidikan terhadap anak-anak kita. &lt;/span&gt;Karena mereka-lah masa depan bangsa ini. &lt;span lang="sv-SE"&gt;Pendidikan yang diberikan harus mampu menciptakan manusia yang seutuhnya, lahir batin, intelektual-spiritual. Pendidik sesungguhnya adalah orang tua. Sekolah atau lembaga pendidikan lainnya hanya sebagai &lt;i&gt;tools&lt;/i&gt; pembantu dalam mengenalkan berkehidupan sosial. &lt;/span&gt;Selebihnya adalah peran orang tua.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Mendidik anak adalah mendidik masa depan bangsa. Pendidikan untuk para pemimpin bangsa tidak bisa mengandalkan tenaga pengajar yang hanya berinteraksi selama 2-3 jam di kelas, melainkan membutuhkan pengajar abadi yaitu orang tua, ayah ibu. &lt;span lang="sv-SE"&gt;Mereka akan menyerap pelajaran seperti apa yang dicontohkan oleh pengajar abadi-nya bukan diperintahkan. Selain itu dibutuhkan syarat tambahan yang mutlak yaitu kasih sayang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Wajar bila orang tua mencintai anak-anaknya, tapi kita patut miris melihat kondisi sekeliling. Banyak sekali anak kecil yang harus berkeliaran di jalan demi sekeping uang logam. Sedangkan orangtua mereka mengawasi di sisi jalan. &lt;/span&gt;Benarkah anak-anak itu dicintai? &lt;span lang="sv-SE"&gt;Ini adalah PR besar untuk kita karena mereka juga akan menjadi bagian dari masa depan bangsa ini. Allahu’alam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;130707&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;kelak, jika diperkenankan.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-707343712726735657?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/707343712726735657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=707343712726735657&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/707343712726735657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/707343712726735657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/07/mendidik-masa-depan.html' title='Mendidik Masa Depan'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-2073131129849024253</id><published>2007-07-13T22:00:00.000-07:00</published><updated>2007-07-13T22:09:15.637-07:00</updated><title type='text'>The Greatest Love of All</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;I believe the children are our future&lt;br /&gt;Teach them well and let them lead the way&lt;br /&gt;Show them all the beauty they possess inside&lt;br /&gt;Give them a sense of pride to make it easier&lt;br /&gt;Let the children's laughter remind us of how we use to be&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everybody is searching for a hero&lt;br /&gt;People need someone to look up to&lt;br /&gt;I never found anyone to fulfill my needs&lt;br /&gt;A lonely place to be&lt;br /&gt;So I learned to depend on me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I decided long ago, never to walk in anyone's shadow&lt;br /&gt;If I fail, If I succeed  At least I live as I believe&lt;br /&gt;No matter what they take from me They can't take away my dignity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because the greatest love of all was happening to me&lt;br /&gt;I find the greatest love of all inside of me&lt;br /&gt;The greatest love of all is easy to achieve&lt;br /&gt;Learning to love yourself It is the greatest love of all&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And if by chance that special place&lt;br /&gt;That you've been dreaming of&lt;br /&gt;Leads you to a lonely place&lt;br /&gt;Find your strength in love&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;(George Benson)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;We must believe that our life was given for a reason. Our parent is one who can teach it. They give us a huge of love. It creates our-self confidence. Our entire life fulfilled by love and we have learnt to be a real human. At last, we will be able to live as what we believe. It will give us strength to survive and struggle in life, even though we are alone. It is because we know that we are loved.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, in that lyric we can feel a child-emptiness. This child was searching for a hero, someone to look up to and fulfill his needs. This child didn’t have parent-acceptance. He is alone and he also learned alone. Day by day, world taught him that he must live on his own, never to walk in anyone's shadow. He also learnt that if he fail or succeed it doesn’t matter, at least he live as he believe. He was taught that no matter what anyone takes from him but, they can't take away his dignity. Finally, he knows that the greatest love of all is learning to love him-self. It was needed to make he believes that he is loved and his life was given for a reason.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was amazing life! What a great children! Actually, they deserve to have a huge of love from their parent. But, it may just a dream for them. Even though they will never feel what a parent love is, I believe that they always have a love from The Creator…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;130707&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Because we’re never alone…and that children  also.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-2073131129849024253?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/2073131129849024253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=2073131129849024253&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/2073131129849024253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/2073131129849024253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/07/greatest-love-of-all.html' title='The Greatest Love of All'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-8069636400677978385</id><published>2007-06-20T00:49:00.000-07:00</published><updated>2007-06-20T00:50:56.124-07:00</updated><title type='text'>Adilkah?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pada setiap daun yang jatuh ke bumi dan air yang tertumpah dari langit akan ada sesuatu yang mengiringinya. Pada setiap apapun yang terjadi di dunia nisbi ini selalu ada sesuatu yang menyertainya. Apatah itu baik atau buruk tidak dapat dinilai oleh mata dunia. Telah ada sudut pandang terdalam yang disediakan untuk memahami semua detak kehidupan. Namun, terkadang manusia enggan mencarinya. Karena letaknya yang sangat dalam, yang tak terjangkau oleh otak dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Belakangan riuh rendah dibicarakan tentang ketidakadilan di negeri ini. Mulai dari harga minyak goreng yang menjulang. Sampai-sampai membuat ibu-ibu harus mengantri beratus meter hanya untuk mendapatkan minyak goreng yang harganya jauh di bawah pasaran. Ternyata masih saja ada orang-orang yang membeli minyak goreng itu dengan jumlah besar untuk dijual kembali. Harganya? Entahlah, tapi pastinya ada &lt;i style=""&gt;cost&lt;/i&gt; untuk membayar peluhnya ketika mengantri. Akhirnya, harga minyak mahal lagi dan ibu-ibu hanya bisa menghela nafas, pasrah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekarang sedang ramai dibicarakan tentang aksi Abu Dujana, cs yang secara sepihak oleh Polri telah divonis salah. Padahal, ada banyak misteri di balik itu. Mereka korban konspirasi-kah? Atau mereka hanya dijadikan kambing hitam? Allahu’alam. Namun, yang pasti saat ini Abu Dujana sedang mengajukan gugatan praperadilan terhadap Kepala Polri. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang tidak beres dengan prosedural penangkapan. Bukan karena kesalahannya beliau diperlakukan seperti warga kelas dua, tapi ada sentimen negatif terhadap gerakan Islam. Mengapa? Karena para koruptor tidak diperlakukan seperti mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Keadilan adalah hal yang sulit untuk diberikan dan dirasa ketika masing-masing dari kita melihat segala sesuatu dari kacamata dunia. Makanya kenapa ada tawakal setelah ikhtiar adalah untuk membantu manusia menemukan makna keadilan sebenarnya. Manusia yang bisa menemukan hakikat ini tidak akan pernah merasa diperlakukan tidak adil karena keyakinan bahwa semua ketidakadilan ini akan berakhir dengan baik dan benar. Jika tidak di dunia, kelak di akhirat semua urusan akan diluruskan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bermuamalah dengan manusia membutuhkan perhatian serius karena satu tuntutan saja dari manusia yang tidak ridho kepada kita akan menjauhkan kita dari syurga. Dalam fiqh prioritas disebutkan bahwa hak Allah diatur dengan toleransi namun, hak manusia lain atas diri kita diatur dengan sangat ketat. Itulah mengapa dalam beribadah ada rukhsah, tapi tidak dengan utang-piutang. Maka, berhati-hatilah…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sejauh apa pemahaman dan ikhtiar untuk berlaku adil akan menentukan nilai manusia di hadapan Allah. Namun, ini bukan hanya tentang adil dan tidak, melainkan tentang hakikat keikhlasan dan tawakal yang mendalam ketika melenggang di dunia nisbi ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;200707&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-sedang belajar utk ikhlas-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-8069636400677978385?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/8069636400677978385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=8069636400677978385&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/8069636400677978385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/8069636400677978385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/06/adilkah.html' title='Adilkah?'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-4512768737975204140</id><published>2007-04-29T19:32:00.000-07:00</published><updated>2007-05-02T23:23:06.854-07:00</updated><title type='text'>Energi Jiwa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Energi tidak akan hilang, ia hanya akan berubah bentuk. Oleh sebuah wujud, energi akan dilepaskan dan diserap untuk membentuk kesetimbangan. Ini adalah hukum alam yang berlaku, hukum kekekalan energi. Hukum ini berlaku pada semua makhluk yang tercipta di alam semesta, tak terkecuali manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan Allah. Ia telah dibekali oleh semua hal yang kelak membuatnya pantas menyandang gelar makhluk termulia. Ia memiliki anatomi tubuh terlengkap yang membuatnya mampu melakukan segala hal. Ia pun dibekali hati untuk merasai baik-buruk. Terakhir, ia dibekali akal yang dengannya ia mampu memroses kondisi sekitar dan membuatnya menentukan pilihan akhir. Jika dituntun oleh hati yang bersih (hati yang selalu dekat dengan Allah), pilihan akhirnya itu pastilah sebuah kebaikan, tak peduli sejahat apa pun orang itu. Karena untuk itulah hati dicipta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hati manusia telah dicipta untuk cenderung kepada kebaikan, meskipun bersamaan dengan itu nilai-nilai buruk ditanamkan padanya. Maka tak heran jika ada manusia yang jahat atau tidak ber-peri kemanusiaan karena nilai jahat dalam hatinya telah mengalahkan nilai baik. Hitam telah mengalahkan putih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Analogi hitam-putih berhubungan erat dengan hukum kekekalan energi dalam tubuh manusia. Selain terhubung erat, keduanya berjalan paralel dan memiliki hubungan sebab akibat. Jika seseorang berbuat baik, ia akan menyerap energi positif dari lingkungan sekitar. Misalkan, jika kita memberikan sebatang coklat pada pengamen cilik dan mereka berterima kasih atau membalas dengan senyuman, maka pasti ada sebuah perasaan bahagia yang menyelusup. Itu artinya kita telah menyerap energi positif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Begitupun sebaliknya jika seorang manusia berbuat jahat. Alam sekitar akan memberikan respon negatif dan parahnya lagi, energi itu kembali diserap oleh manusia tadi. Contoh kasus, polusi udara. Begitulah dalam keseharian manusia, ia melepaskan dan menyerap energi yang sama. Pada akhirnya, dengan konsentrasi yang sama atau berbeda-beda, energi itu akan terakumulasi dalam jiwa manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Karakter yang terbentuk pada seorang manusia bisa jadi merupakan akumulasi energi jiwa atau paling tidak merupakan sumbangsih utama dari energi jiwa. Oleh karena itu, baik atau tidak-nya seorang makhluk bernama manusia dapat dilihat dari sejauh mana ia memberikan manfaat bagi alam atau sebesar apa ia telah melepaskan energi positif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kita harus merasa was-was jika kita telah memilih dan melepaskan energi negatif karena manusia ‘sesungguhnya’, secara fitrah pasti akan memilih dan hidup bersama energi positif/putih. Itu adalah pilihan yang mutlak, jika dan hanya jika jiwa (hati)-nya selalu dekat dengan Allah. Jadi, pilihan manusia untuk memilih hitam-putih adalah sebuah pilihan jiwa, bukan pilihan akal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Allah benar-benar telah memberikan kemudahan bagi manusia dalam menjalankan misi hidupnya. Bagaimana tidak? Kita telah diberi kecenderungan pada kebaikan dan jika melakukan itu kita diberi pahala. Bahkan tetap diberi pahala meskipun hanya sebatas niat. Dengan bekal ini, manusia diperkenankan memasuki Jannah-Nya kelak, jika Allah meridhoi. Sedangkan bagi mereka yang berbuat keburukan dihitung sebagai dosa, namun jika hanya sebatas niat tidak dihitung. Kemudian manusia ini telah diperlihatkan balasan yang mengerikan, sangat mengerikan, bahkan di luar logika manusia. Lalu, mengapa-kah kemudian masih ada manusia-manusia jahat di bumi ini? (Karena ada syetan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;) Bukan, alasannya bukan karena ada syetan tetapi karena manusia telah dikalahkan oleh nafsunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Wallahu’alam,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;250407&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;Ijinkan aku kembali…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-4512768737975204140?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/4512768737975204140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=4512768737975204140&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/4512768737975204140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/4512768737975204140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/04/energi-jiwa.html' title='Energi Jiwa'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-341131457454790193</id><published>2007-04-29T19:22:00.000-07:00</published><updated>2007-04-29T19:32:32.962-07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Cinta dari Madrasah Malam</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tanggal 19 Maret 2007, pukul 03.11 WIB sebuah pesan singkat masuk, &lt;i style=""&gt;Uhibbuki fillah, ukhti…&lt;/i&gt; ( Saya mencintaimu karena Allah, saudariku). Sebuah pesan yang mengejutkan sekaligus membahagiakan. Bagaimana tidak? Pesan ini dikirimkan oleh seseorang yang telah menuntun dan menguatkan langkah ketika pertama kali memasuki kehidupan kampus. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Seseorang yang telah lama menghilang dari pandangan dan kini berada di tempat yang jauh. &lt;/span&gt;Langit Aceh pada sepertiga akhir malam itu telah menjadi saksi penghantaran pesan singkat, &lt;i style=""&gt;namun mendalam, &lt;/i&gt;oleh satelit Telkomsel.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suatu hari di bulan Agustus tahun 2004, sekitar waktu ba’da ashar sebuah permintaan terlontar, &lt;i style=""&gt;Tolong bantu saya untuk membantu mereka… mari kita bantu arahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka agar menemukan kesepakatan untuk berkontribusi bagi masyarakat, bagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bangsa ini. Tolong bantu buatkan kesimpulan dari diskusi mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk saya ya…saya tidak bisa fokus karena harus jadi moderator&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekaligus pengarah diskusi ini. &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Permintaan terakhir dari seorang saudara yang juga telah menuntun dan menguatkan langkah di jalan ini. Seseorang yang telah lama menghilang dari pandangan dan kini berada di tempat yang ‘jauh’. Namun, fragmen-fragmen hidup yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beliau ajarkan –tentang arti memberi dan berkorban—telah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;memberikan sebuah pondasi untuk menghadapi kehidupan kampus dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semoga kehidupan paska kampus kelak.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Beberapa hari yang lalu, sekitar pukul 7 pagi sebuah pesan singkat masuk, &lt;i style=""&gt;Selamat pagi cinta? Masihkah ia bersemi?&lt;/i&gt; Pesan ini pasti akan membuat semua orang yang menerimanya tersenyum simpul. &lt;/span&gt;Sebuah pertanyaan yang mendasar bagi saya untuk mengevaluasi diri. Pertanyaan tentang kondisi jiwa dan kelak kemampuannya untuk menghidupkan hidup, untuk diri sendiri maupun orang lain.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Itulah mengapa raga akan kelelahan mengikuti jiwa yang besar. Karena ia akan berkelana memberikan kebaikan untuk semesta, seolah-olah energi-nya tidak pernah habis. &lt;i style=""&gt;Charger &lt;/i&gt;seperti apa yang mampu mengisi jiwa orang-orang yang berjiwa besar itu? Ternyata jawabannya sederhana, cinta…karena Allah, dan cinta murni dan abadi ini hanya bisa dimiliki oleh para murid dari &lt;i style=""&gt;madrasah malam&lt;/i&gt;, dimana do’a-do’a yang terlantun pada waktu ini akan dikabulkan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mari mencoba sedikit menguak tentang keajaiban ini. Jika do’a-do’a malam yang mustajab dimisalkan sebagai cahaya bintang dan jiwa besar dimisalkan sebagai seorang pengelana. Maka, cahaya bintang yang kuat akan mampu menjadi penunjuk arah bagi sang pengelana dalam mengarungi samudra dan menjelajahi benua. Cahaya bintang mampu menjadi penunjuk arah di kala sang pengelana tersesat. Cahaya bintang pun dapat menemani di kala makhluk Allah lainnya telah lelap ditelan malam. Kerlipannya yang begitu indah mampu mengingatkan kembali sang pengelana kepada Allah.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kekuatan cahaya bintang akan sebanding dengan kualitas do’a. Salah satu do’a yang berkualitas adalah do’a yang dilantunkan untuk kebaikan orang lain, yaitu orang yang kita cintai karena Allah. Mengapa ini dapat menguatkan cahaya bintang? Karena do’a ini akan di-amin-i oleh para malaikat yang tengah berkumpul di langit pada sepertiga akhir malam. Juga, para malaikat akan balik mendo’akan kebaikan untuk sang pelantun do’a. Selain itu, Allah akan mengkaruniakan sebuah ikatan hati yang kuat antara kedua makhluk ini, manusia yang mencintai dan atau saling mencintai karena Allah. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Inilah kekuatan sesungguhnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sang pengelana bisa jadi siapa saja, bahkan orang yang tidak mengenal kita sekalipun. Ia bisa jadi Pak SBY, anggota KPK, korban Lapindo yang sedang memperjuangkan nasibnya, atau bahkan petugas kebersihan di kompleks tempat tinggal kita. Dalam memperjuangkan dan mengerjakan kebaikan, kita telah memberikan sumbangsih kekuatan kepada mereka, atas ijin Allah. Sehingga cinta yang kita miliki berdaya guna bagi orang lain. Bukan sekadar memuaskan diri sendiri. Cinta seperti ini mampu menjadi bahan bakar bagi kehidupan. Jadi, orang yang telah mampu melupakan dirinya dan hanya memikirkan kebaikan orang lain dengan kadar cinta karena Allah yang tinggi, pastinya adalah lulusan terbaik dari &lt;i style=""&gt;madrasah malam&lt;/i&gt;. Allah telah mengkaruniakan kecintaan seluruh makhluk kepada mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tak heran jika semua orang merindukan dua orang saudara, sahabat, kakak, dan guru saya ini; yang satu ada di tempat yang jauh, satu lagi telah pergi ‘jauh’. Mereka adalah dua orang yang telah diceritakan di muka. Mereka dicintai karena kekuatan mereka mencintai karena Allah. Atas nama cinta karena Allah, hal terakhir yang dipikirkan saudara saya yang telah pergi ‘jauh’ itu adalah tentang orang lain. Seperti Rasulullah yang mengkhawatirkan umatnya di akhir masa pengabdiannya, &lt;i style=""&gt;umatii..umatii&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;250407&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;Wahai jiwa, istiqomah-lah mencinta karena Allah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-341131457454790193?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/341131457454790193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=341131457454790193&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/341131457454790193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/341131457454790193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/04/kekuatan-cinta-dari-madrasah-malam.html' title='Kekuatan Cinta dari Madrasah Malam'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-4977575943847133348</id><published>2007-04-15T21:48:00.000-07:00</published><updated>2007-04-15T22:35:14.916-07:00</updated><title type='text'>Perlukah Menyisakan Sebentuk Hati ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika ingin menanyakan kepada orang tentang arti loyalitas dalam sebuah perjuangan hidup, mari tanyakan hal itu kepada petugas penjaga palang rel kereta api. Atau bisa juga menanyakan hal itu kepada petugas penjaga pintu air Manggarai, yang kemaren sempet masuk TV karena banjir &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Jawaban lugas, pendek dan mantap akan terdengar, namun kita tidak bisa selalu menangkap apakah itu menyisakan kesedihan atau dilingkupi kebahagiaan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kita tidak pernah bisa menakar dengan pasti tentang suatu hal. Manusia hanya bisa menera, berfikir dan memantapkan hati untuk bergerak berdasar itu. Kebutuhan akan uang dan dengan itu mereka hidup, menjadi alasan kuat dan logis yang dipegang selama berpuluh-puluh tahun mereka menjalani profesi itu. Hanya butuh sebentuk hati untuk mengiyakan tentang tanggung jawab-nya terhadap anak-istri, dan hanya butuh ruang yang kecil dalam jiwa untuk mengabdikan diri demi [keselamatan] orang lain.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mungkin itu-lah awal mula tumbuhnya epik kepahlawanan manusia. Hanya manusia-manusia terpilih dan ‘dipilih’ yang mampu menjadi seperti pahlawan. Terpilih dan ‘dipilih’ bukan hanya karena takdir, tapi usaha dan do’a dalam memperjuangkan kehendak hati yang diyakini. Mekanisme ini juga terjadi pada orang jahat, yang telah kalah pada awal pertarungan, yaitu dalam alam pikir-nya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Terlepas dari itu semua, keputusan untuk menjalani apa-apa yang diyakini adalah pilihan. Keberanian untuk menerima konsekuensi dari apa-apa yang dipilih adalah keberanian sesungguhnya. Kini, dunia yang semakin kacau ini membutuhkan orang-orang hebat yang sederhana, kesederhanaan yang bersumber dari ketawadhu’annya sebagai hamba Allah. Mereka adalah orang-orang yang menggenggam dunia dengan tangannya, tapi tidak dengan hatinya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jika kita pernah memiliki sebuah idealisme tentang kehidupan ideal seperti yang sering dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah tentang keagungan sifat Rasulullah saw. –&lt;i style=""&gt;the greatest man on earth that have ever been&lt;/i&gt;, kisah para sahabat, atau khalifah mulia seperti Umar bin Abdul Azis yang mengajarkan nilai zuhud di atas kemilau dunia, pastinya kini kita berada di sekeliling orang yang memiliki kesepahaman menjadi sebuah penguatan tersendiri. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dengan orang-orang yang memiliki visi-misi yang sama tentang perjuangan dunia, akselerasi diri dan kolaborasi potensi menjadi sebuah kekuatan untuk melakukan perbaikan di dunia yang semakin kacau ini, sekecil apapun. Namun, apa yang terjadi ketika ternyata orang-orang tersebut ternyata ‘sekacau’ dunia ini ditambah oleh sistem yang mengayomi tak mampu ‘berlari’ bersama dengan membawa nilai luhur yang asli. Masih perlukah menyisakan sebentuk hati pada kelompok ini? Hanya sabar dan do’a yang bisa dilakukan karena segala cara dalam rangka perbaikan, mungkin, telah ditempuh&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;and it didn’t work.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;Benar-lah perkataan seorang pemikir Barat yang mengatakan, ‘Kita membutuhkan orang seperti Muhammad untuk dapat menyelesaikan seluruh permasalahan dunia, sembari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;meminum secangkir kopi.’ Ternyata benar, sehebat apapun kita secara pemikiran, tidak akan memberikan hasil ketika kita tidak memiliki dan mewarisi akhlak Rasulullah. Karena hanya dengan itu seharusnya kita mulai bergerak, dengan kekuatan keimanan, bukan dimulai dengan otak dan retorika. Jadi, apa yang seharusnya kita tempuh sekarang? Perlukah menyisakan sebentuk hati dan tetap bersama-sama ataukah ada pilihan lain?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;160407&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jangan-jangan skeptisme dan egoisme mulai tumbuh... Astaghfirullah,&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-4977575943847133348?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/4977575943847133348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=4977575943847133348&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/4977575943847133348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/4977575943847133348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/04/perlukah-menyisakan-sebentuk-hati.html' title='Perlukah Menyisakan Sebentuk Hati ?'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-5188676413145768095</id><published>2007-03-22T23:51:00.000-07:00</published><updated>2007-03-23T00:34:24.472-07:00</updated><title type='text'>Labirin</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Langkah kaki itu makin melemah. Bukan dalam arti harafiah. Makna yang ditapaki kian hari kian menghilang. Meski banyak tempat ia datangi untuk mencari kesejatian yang dulu pernah bersemayam. Juga seringkali ia berhenti untuk menanyakan arah atau sekadar mengistirahatkan diri kala lelah memuncak. Tapi aneh, semakin jauh ia menapak semakin hilang esensi hidup. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jika terus maju, lama kelamaan jiwanya akan kosong. Alih-alih mencari isi jiwa namun yang didapatkan adalah kosong. Namun, jika ia mundur atau berhenti, ia akan mati. Entah karena bosan atau malu. Tapi, seperti-nya kebosanan-lah yang akan membunuh jiwanya. Karena ia tidak ingin mati sekarang, akhirnya ia memutuskan untuk melangkah maju, meski kekosongan jiwa akan ditemuinya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Langkah demi langkah ia tapaki memasuki labirin yang akan menghantarkannya pada sesuatu yang kosong. Ia bisa merasakan. Setelah beberapa ratus langkah, ia berhenti, seolah mempertanyakan kembali dan menyesal. Ia tampak bimbang. Labirin yang harus diterobosnya kali ini memiliki banyak jalur. Tidak seperti sebelumnya. Labirin yang satu ini sangat kompleks. Sedetik, semenit, hingga sejam berlalu, kaki itu tetap diam. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Inikah akhir dari perjalanan itu? Sebuah kekosongan jiwa yang terlahir dari kebimbangan. Kosong yang mengakibatkan kaki kebingungan untuk bertindak. Maju, diam atau mundur… Tapi, sejurus kemudian kaki itu tiba-tiba berlari. Cepat sekali hingga derap langkahnya bergema di dinding labirin ini. Kaki-kaki itu seolah telah menemukan tempat tujuannya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam setiap derap lari yang menapak tanah, ia mulai menyadari bahwa kekosongan jiwa dan kelemahan langkahnya adalah hasil ciptaan pikirannya. Karena sesungguhnya jalan apapun yang ia tempuh akan memberikan sesuatu. Meskipun dengan sensasi yang berbeda. Jalan yang akan menyampaikannya pada keparipurnaan makna hidup. Ia tidak boleh berhenti atau mundur karena itu artinya mati. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kini kaki itu semakin mendekati tujuannya karena seberkas cahaya telah tampak di depannya. Ia berakselerasi, seakan berkejaran dengan desiran angin yang membisikkan bahwa di ujung jalan ini jawaban atas semua pertanyaan telah dihamparkan. Hingga akhirnya ia sampai di ujung labirin.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hening… Ia heran karena menemukan bahwa dirinya kini berada di tempat awal sebelum ia melakukan perjalanan. Ia berhenti, mencoba melepaskan semua kelelahan dan ketegangan yang melingkupi. Ia diam. Akhirnya ia paham bahwa apa yang ia cari selama ini ternyata berada di dalam dirinya, di dalam hatinya…&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;230307&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;keep fight !!!!!!!!!!!!!!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-5188676413145768095?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/5188676413145768095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=5188676413145768095&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/5188676413145768095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/5188676413145768095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/03/labirin.html' title='Labirin'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-1671356097912500155</id><published>2007-03-21T01:36:00.000-07:00</published><updated>2007-03-21T01:40:23.757-07:00</updated><title type='text'>‘Saya kecewa…’</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam setiap tindakannya, setiap manusia ingin menjadi sosok yang mampu memenuhi setiap kebutuhan orang terhadap dirinya. Itu dikarenakan sifat psikologi manusia yang ingin selalu diterima lingkungannya. Keberterimaan itu dapat terwujud jika terpenuhinya hak-hak setiap manusia dalam suatu lingkungan sosial.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Satu kata yang paling ditakuti oleh manusia, menurut saya, adalah kekecewaan. Satu kata itu bisa jadi merubah orientasi hidup atau hilangnya semangat berkarya hingga kekosongan jiwa. Kekecewaan dapat terbentuk dalam sekali langkah atau merupakan hasil akumulasi. Dari mana dan kapan saja rasa itu terbentuk, tetap merupakan sebuah deklarasi atas kekurangan diri, setidaknya dari orang-orang di sekitar. Atau sebaliknya, dari orang terhadap lingkungan sosial. Merupakan hal yang sulit untuk menerima kata-kata, &lt;i style=""&gt;‘saya kecewa terhadap Anda.’&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kekecewaan bisa mencapai titik kulminasi yang disebut ke-apatis-an. Yang akhirnya berimbas pada terputusnya hubungan sosial lingkungan ke diri orang atau sebaliknya. Namun, bisa juga berefek pada ke-posesif-an individu untuk memperbaiki kesalahannya itu. Banyak hal yang mungkin terjadi akibat kata ‘kecewa’. Akibat internal maupun eksternal pada lingkungan. Maka, bisa jadi lebih baik untuk tidak mengungkapkan kekecewaan itu, namun langsung memberi saran untuk perbaikan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ungkapan kekecewaan adalah hak setiap individu. Oleh karena itu, agar dapat tetap ‘hidup’, seharusnya kita menyandarkan penilaian diri kepada Allah, bukan kepada manusia. Tapi, sejujurnya tetap saja sulit untuk mengabaikan penilaian manusia itu. Jadi, sebelum kita mengungkapkan kekecewaan kepada orang lain, berpikirlah seribu kali.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;210307&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Ayah, maafkan...'&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-1671356097912500155?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/1671356097912500155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=1671356097912500155&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/1671356097912500155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/1671356097912500155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/03/saya-kecewa.html' title='‘Saya kecewa…’'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-3843650061528050410</id><published>2007-03-07T19:03:00.000-08:00</published><updated>2007-03-07T19:54:16.435-08:00</updated><title type='text'>Laki-laki dan Ego</title><content type='html'>Aktivitas di kampus memberikan sebuah proto-type kehidupan sosial. Berinteraksi dengan sesama manusia dalam rangka mencapai sebuah tujuan, untuk mempermudahnya dibentuklah organisasi. Di dalam organisasi tersebut berbaurlah orang-orang dengan berbagai karakter, tujuan, motivasi dan pastinya berbeda jenis. Dalam hal ini keberadaan laki-laki dan perempuan menjadi sebuah sistem kesetimbangan yang akan menstabilkan jalannya sebuah organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman beraktivitas di lingkungan kampus khususnya kemahasiswaan, ada fenomena yang unik dan aneh. Disini aura politik lebih kental terasa dicampur dengan usaha-usaha pelayanan dalam rangka menjalankan amanah dan karena sebuah misi utama. Terlepas dari adanya tarik-ulur politis yang terjadi di kampus antara berbagai kepentingan, di tempat ini terdapat keseimbangan eksistensi antara laki-laki dan perempuan. Namun, yang unik dan aneh adalah dari tahun ke tahun porsi tanggung jawab terhadap wilayah kerja masing-masing bergeser secara drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa unik dan aneh?? Organisasi yang bergerak di wilayah ini pastinya berbau politik dan biasanya wilayah ini digemari oleh laki-laki. Namun, entah mengapa belakangan terjadi ketimpangan. Wilayah politik dan logistik secara wajar menjadi porsi laki-laki karena fitrah yang telah Allah berikan, sedangkan fungsi perempuan di sana adalah sebagai pengkader. Dengan begitu terjadi kesetimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini fenomena unik dan aneh itu terus menguat. Dari peristiwa yang teramati, ada sebuah usaha 'pelepas tangan'-an dari para laki-laki terhadap wilayah kerja-nya yang wajar itu. Pernah membayangkan jika seorang penasihat pribadi calon pemimpin sebuah organisasi itu adalah perempuan?? Dimana sang penasihat pribadi ini kemudian memberikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;political advice&lt;/span&gt;, mengatur jadwal, bahkan mengarahkan paradigma pikir sang calon tadi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Isn't it weird?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ada lagi, beberapa waktu ini, para laki-laki menyerahkan tugas logistik seperti buat baligho kepada perempuan. Sedangkan ketika dicek ternyata keberadaan para laki-laki itu ada di sekitar kampus. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So, where are they? What did they do?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Satu lagi, beberapa waktu lalu, ketika mengadakan perjalanan politik ke Jakarta, para perempuan dibiarkan pulang sendirian dengan sebuah mobil tanpa penjagaan. Di dalam mobil tersebut perempuan semua, tentunya. Saat itu alasan yang diberikan para laki-laki adalah keamanan akan terjamin karena ada perempuan  yang lebih senior. Lalu, ketika si perempuan senior ini pulang sendirian setelah mengantarkan, beliau dalam penjagaan siapa?? Aneh! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Beberapa fenomena ini mungkin tidak aneh karena bisa jadi inilah saatnya perempuan diberikan wilayah gerak yang lebih luas. Tapi, benarkan karena itu? Atau karena laki-laki dan ego-nya. Ego untuk mempertahankan posisinya berada 'di gua' dan enggan melihat sekitar. Secara psikis perempuan diberikan kelebihan dalam 'merasakan' lingkungan sekitar. Jadi, ketika melihat ada tugas yang seharusnya dikerjakan para laki-laki langsung diambil oleh mereka.  Juga ketika melihat ada adik kelas yang membutuhkan tempat untuk mencurahkan dan berdiskusi. Padahal adik kelas-nya itu laki-laki. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So, where are u,guys? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ada kesalahan dalam memahami eksistensi masing-masing individu dan dibiarkan berlarut-larut. Berdasarkan apa-apa yang pernah saya alami, jika hal ini terus dibiarkan segalanya akan hancur. Bisa jadi sudut pandang yang saya pakai untuk melihat fenomena-fenomena tadi salah. Tapi, paparan tadi menunjukkan bahwa laki-laki dan ego adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Secara positif ego ini merupakan salah satu kekuatan utama untuk menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;qawwam &lt;/span&gt;(pemimpin) di lingkungannya, asalkan tepat pemakaiannya. Jadi, sebenarnya tidak ada yang salah dengan laki-laki dan ego. Juga tidak ada yang salah dengan peluasan wilayah gerak perempuan, hanya saja jangan kebablasan karena masing-masing telah diciptakan sesuai fitrah-nya. Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;080307&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kita memang beda!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-3843650061528050410?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/3843650061528050410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=3843650061528050410&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/3843650061528050410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/3843650061528050410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/03/laki-laki-dan-ego.html' title='Laki-laki dan Ego'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-5479868173178313725</id><published>2007-02-27T21:27:00.000-08:00</published><updated>2007-02-27T21:28:31.418-08:00</updated><title type='text'>Tak Pernah Terhenti</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lelaki tua itu berjalan melewati terowongan, terus menerobos teriknya matahari siang menyebrangi jalan raya. Dengan pundaknya dan bantuan sepotong kayu, ia memikul dagangannya. Terdiri dari berbagai macam mainan kertas untuk anak perempuan, mobil-mobilan, pistol-pistolan, dilengkapi ’kaleng kerupuk’ tapi mungkin bukan berisi kerupuk, bisa jadi itu adalah gulali. Lelaki tua itu tampaknya seorang penjual mainan dan gulali untuk anak-anak SD. Seperti siang ini pun, beliau akan beranjak menuju SD lain sebelum waktu sekolah usai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ritual yang sama dari hari ke hari, mulai Senin sampai Sabtu. Setidaknya beliau masih memiliki hari Ahad untuk sekadar menarik napas atau pun bercanda ria dengan cucu-cucunya. Dugaanku, dengan usia sekitar 65-70 tahun itu, pastinya banyak cucu di rumahnya. Dengan balutan baju sederhana dan alas kaki sendal jepit, serta menelisik lebih dalam ke dalam &lt;i style=""&gt;gesture&lt;/i&gt; beliau maka akan terasa beratnya hidup yang masih harus beliau tanggung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jika beliau masih memiliki istri, mungkin beratnya beban ini masih bisa dibagi. Entah dengan bercerita atau sekadar mendapatkan hangatnya cium tangan dari istri tercinta. Jika wanita itu sudah tidak ada, setidaknya ia memiliki cucu. Mungkin beliau memiliki anak dan telah menikah. Dilihat dari latar belakang ekonomi beliau, bisa jadi anak beserta menantu-nya tinggal bersama beliau dan cucu-cucunya bisa memberikan kehangatan dan canda tawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pilihan untuk tetap menggeluti pekerjaan beliau itu, tampaknya sangat berat jika dibandingkan dengan usia yang ditandai dengan jumlah rambut putih beliau. Pastinya ada hal yang sangat besar yang masih harus beliau tanggung, entah apa itu. Padahal dengan kondisi seperti itu seharusnya hidup beliau sudah ditanggung oleh anaknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dengan berjalannya waktu dan umur yang terus habis, seharusnya beliau memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat dan ’memperbaiki’ hidupnya. Tapi apa mau dikata, beban ekonomi itu masih harus ditanggung. Sehingga tidak ada pilihan lain bagi lelaki tua itu selain menjadi pedagang mainan keliling SD. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Semangatnya untuk terus berjuang membuncah meski secara kasat mata terlihat bahwa ia telah letih. Keberanian untuk memilih jalan hidup sebagai pedagang mainan keliling menunjukkan bahwa beliau ingin dapat terus memberi, setidaknya untuk keluarganya. Meski di saat yang lain telah terhenti, beliau masih melaju dengan gagah menyusuri jalan raya melawan polusi kendaraan dan teriknya matahari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun, teriknya matahari telah menjadi kawannya, bisingnya kota siang ini telah menjadi rumah di hatinya, memori dan kerinduan atas senyuman hangat istri telah menjadi gelora di sanubarinya dan membisikkan kata semangat setiap detiknya. Wajah teduhnya menunjukkan bahwa seakan kehidupan kota ini selalu indah di mata beliau. Dan bahwa ia tak akan terhenti melaju untuk selamanya, hingga jiwa dipanggil oleh Sang Khalik. Beliau telah menyadarkan bahwa hanya bagi mereka yang tak pernah terhenti-lah Allah menyiapkan balasan yang setimpal. &lt;i style=""&gt;Semoga Allah meridhoi hidupmu, Pak...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;280207&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-5479868173178313725?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/5479868173178313725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=5479868173178313725&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/5479868173178313725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/5479868173178313725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/02/tak-pernah-terhenti.html' title='Tak Pernah Terhenti'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-7886201809616099650</id><published>2007-02-27T21:23:00.000-08:00</published><updated>2007-02-27T21:26:58.987-08:00</updated><title type='text'>That's What Friends Are For</title><content type='html'>And I never thought I’d feel this way&lt;br /&gt;And as far as I’m concerned&lt;br /&gt;I’m glad I got the chance to say&lt;br /&gt;That I do believe I love you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And if I should ever go away&lt;br /&gt;Well then close your eyes and try&lt;br /&gt;To feel the way we do today&lt;br /&gt;And then if you can remember&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep smiling, keep shining&lt;br /&gt;Knowing you can always count on me, for sure&lt;br /&gt;That’s what friends are for&lt;br /&gt;For good times and bad times&lt;br /&gt;I’ll be on your side forever more&lt;br /&gt;That’s what friends are for&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well you came in loving me&lt;br /&gt;And now there’s so much more I see&lt;br /&gt;And so by the way I thank you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh and then for the times when we’re apart&lt;br /&gt;Well then close your eyes and know&lt;br /&gt;The words are coming from my heart&lt;br /&gt;And then if you can remember&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*old song, but full of meanings&lt;br /&gt;270207&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;uhibbukum fillah&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;selamat berjuang dan bertebaran di muka bumi para pejuang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-7886201809616099650?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/7886201809616099650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=7886201809616099650&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/7886201809616099650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/7886201809616099650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/02/thats-what-friends-are-for_27.html' title='That&apos;s What Friends Are For'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-5750144903790987824</id><published>2007-02-13T18:35:00.000-08:00</published><updated>2007-02-13T19:08:01.598-08:00</updated><title type='text'>Menyentuh Pelangi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alkisah seorang tuna netra bernama Kusnadi, yang berprofesi sebagai tukang pijat. Cerita ini dikisahkan oleh seorang trainer yang menjadi langganan Mas Kus ini ketika mahasiswa dulu. Saat itu Mas Kus berusia 27 tahun. Singkat cerita, pada suatu kesempatan si trainer ini bertanya-tanya tentang kehidupan sang tukang pijat langganannya itu. Berpenghasilan seadanya dan tinggal mengontrak di sebuah tempat kos. Si trainer ini bertanya mengapa tidak tinggal saja di mess karena sewa kamar-nya jauh lebih murah. Kemudian Mas Kus menjawab, bahwa ia ingin membantu adik-adiknya (sesama tukang pijat-tuna netra, red) dengan memberikan kamar mess itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tak habis pikir, si trainer ini bertanya kembali, kenapa ia berlaku begitu. Mas Kus mejawab bahwa kini ia sudah berpenghasilan dan karena itu ia harus belajar mandiri. Si trainer ini bertanya kembali, apakah penghasilannya cukup dan masih tersisakah uang untuk ditabung. Mas Kus kembali menjawab, dengan tenang, bahwa penghidupannya masih mencukupi dan masih bisa menabung, walaupun hanya beberapa perak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kembali penuh keheranan, si trainer bertanya, untuk apa uang tabungannya kelak. Mas Kus mengungkapkan kisahnya, bahwa ia terlahir buta dan merasa sebagai orang paling naas di dunia. Tidak pernah melihat indahnya mentari pagi, warna-warni bunga, dll. Namun, ketika orang tua-nya memasukkan ia ke panti, ia sadar bahwa dirinya tidak se-naas itu. Ada banyak orang yang mengalami nasib serupa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sejak saat itu, ia bertekad untuk bisa memberikan kebahagiaan untuk orang lain, meski dengan keterbatasannya. Ia tidak ingin terkungkung dalam perasaan itu. Oleh karena itu, tabungannya kelak akan dibelikan gitar agar dengannya ia dapat membahagiakan orang dengan nyanyian. Si trainer mendengar dengan seksama dan mulai dihinggapi perasaan aneh. Sederhana, menyentuh, dan dalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Setelah beberapa hari, si trainer berkunjung ke rumah Mas Kus dan membawakan gitar miliknya. Ia kemudian menyodorkan gitar itu dan Mas Kus mulai memainkan beberapa lagu. Ada pemandangan yang indah di situ, raut wajah Mas Kus menyiratkan kebahagiaan yang tidak terucap. Si trainer mengatakan kepada Mas Kus bahwa ia dengan tulus-ikhlas ingin meminjamkan gitar itu sampai Mas Kus memiliki gitar sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun, seperti yang telah diduga sebelumnya, Mas Kus memasukkan gitar ke sarungnya dan mengembalikan kepada si trainer. Sekali lagi si trainer mengatakan bahwa ia tulus-ikhlas dengan semua ini. Apa jawaban Mas Kus? Katanya, ’ijinkan saya membahagiakan adik-adik saya dengan keringat saya sendiri’... Perasaan itu hinggap lagi, sederhana, menyentuh, dan semakin dalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ada lagi kisah yang lain, kalau sudah pernah nonton film-nya pasti tahu kisah ini. Kisah seorang anak perempuan 15 tahun, Ikeuchi Aya yang divonis mengidap penyakit langka yang menyerang otak (lupa namanya^_^) dan menyebabkan kematian secara perlahan. Yup, &lt;i style=""&gt;1 litre of tears&lt;/i&gt;. Diawali dengan kematian fisik akibat rusaknya koordinasi dengan otak secara bertahap hingga kematian sebenarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tapi, apa yang telah dipilih Aya adalah sesuatu yang luar biasa. Melalui &lt;i style=""&gt;Aya No Niki&lt;/i&gt; (buku harian Aya) yang diterbitkan, ia telah menjadi &lt;i style=""&gt;inspring to stay alive&lt;/i&gt; bagi banyak orang, terutama orang yang bernasib serupa. Hingga akhir hayatnya ia tetap menjadi pribadi yang bersemangat dan setelah kepergiannya ia tetap hidup di hati banyak orang. Jadi teringat, keinginannya di akhir buku harian : &lt;i style=""&gt;live on, forever...&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pastinya masih banyak kisah lainnya tentang kesejatian manusia di sekitar kita. Tentang makhluk bernama manusia yang ditakdirkan dengan keterbatasan, namun hendak atau bahkan telah berhasil menyentuh pelangi dan menjadi sebuah kemanfaatan bagi manusia lainnya. Kisah yang terkadang sederhana, bisa jadi menyentuh, namun yang pasti sangat dalam makna-nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Fragmen-fragmen kehidupan ini bisa jadi merupakan salah satu bentuk &lt;i style=""&gt;tarbiyyah &lt;/i&gt;(pengkaderan) langsung dari Allah kepada kita, jika dan hanya jika kita mau melihat, berpikir, dan merasakan sekitar. &lt;i style=""&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, atas kesempurnaan fisik penciptaan kita. Namun, kini pertanyaannya adalah sudah sampai tangga mana kita hendak menyentuh pelangi? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;270107&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;There’s always a stairway for reaching the rainbow&lt;/i&gt;, Tih…^_^&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;But, you need to reach it step by step!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-5750144903790987824?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/5750144903790987824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=5750144903790987824&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/5750144903790987824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/5750144903790987824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/02/menyentuh-pelangi.html' title='Menyentuh Pelangi'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-1775270479319280700</id><published>2007-02-11T18:58:00.000-08:00</published><updated>2007-02-11T17:57:42.026-08:00</updated><title type='text'>Seberapa Kuat Saya?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Banjir Jakarta. Tampaknya dua kata itu sudah cukup menimbulkan berbagai lintasan pikiran di benak semua orang. Miris, sebuah kondisi ‘luar-biasa’ yang melingkupi ibukota negara ini, yang dengannya negara ini terkenal. ‘Wajar saja kejadiannya seperti ini, ini &lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt; &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;…’ sedih deh mendengar opini-opini bernada serupa dari lingkungan sekitar. Tapi, apa mau dikata, memang ini-lah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;…&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Banjir yang selalu terjadi di kota-kota besar &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ketika musim hujan datang, sedikit banyak menimbulkan perasaan bersalah. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Mungkin karena latar belakang pendidikan saya yang berkutat di masalah lingkungan. Saya meyakini bahwa sesungguhnya terdapat berbagai macam solusi untuk menanggulangi bencana ini. Kuncinya adalah konservasi air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Entah mengapa, beberapa bulan menjelang saya memutuskan untuk ’keluar’ dari kampus(insyaAllah), ada sebuah hantaman besar pada pola pikir keilmuan yang sudah didapatkan. Dengan semua kondisi ini –kekeringan saat kmarau,kebanjiran saat musim hujan, sampah menggunung, citarum terus tercemar,dll – tampaknya saya tidak bisa berbuat banyak ketika tidak didukung oleh ’kekuatan politik’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Secara umum, masalah-masalah lingkungan yang terjadi langsung berimbas negatif kepada masyarakat. Jelas-jelas telah terjadi ketidakadilan dan pendholiman ummat secara-secara besar-besaran (coba lihat air muka para korban banjir Jakarta,sedih banget!!). walaupun, ada andil dari masyarakat juga, sepert buang sampah ke kali, buat rumah di bantaran kali, dll. Dengan itu, saya berkesimpulan bahwa keilmuan saya lebih cenderung bersifat sosial kemasyarakatan, dibanding ilmu kerekayasaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saya bingung karena ternyata realitas di jurusan TL ada sebuah dikotomi antara dua hal tersebut. Ilmu-ilmu terkait pembuatan kebijakan, peraturan, pengawasan,dsb hanya menjadi mata kuliah pilihan. Dari situ saya melihat bahwa pemikiran sarjana TL ini memang diarahkan untuk berlaga di jalur non-sosial (kerja di sebuah perusahaan atau berwiraswasta). Lalu, siapa sebenarnya yang bertanggungjawab terhadap masalah lingkungan ini jika sarjana-sarjana TL tidak berada di tempat seharusnya??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pembuat kebijakan adalah salah satu jalur kekuatan untuk memperbaiki kondisi ini. Tentunya dengan dukungan analisis ilmiah. Setelah itu, yang bermain adalah seberapa kuat saya untuk memperjuangkan apa yang seharusnya diperjuangkan. Mungkin di situ beratnya, tidak semua orang, atau bahkan hampir semuanya menyerah dan kemudian kembali ke jalur non-sosial. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pertanyaannya, apa saja yang dibutuhkan untuk memperkuat diri ketika suatu saat nanti dihadapkan pada ’peperangan’ itu? Banyak hal, terutama kemandirian finansial sebelum masuk ke dunia politik itu. Saat ini yang terjadi, justru dunia politik itu-lah yang dijadikan tempat mencari nafkah. Ini fatal. Akibatnya kepentingan umum dikesampingkan atas nama kepentingan pribadi/golongan. Mengerikan! Astaghfirullah... Tapi pertanyaan pertama dan utama, seberapa kuat saya kelak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   110207&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-1775270479319280700?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/1775270479319280700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=1775270479319280700&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/1775270479319280700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/1775270479319280700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/02/seberapa-kuat-saya.html' title='Seberapa Kuat Saya?'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-5034248315349714103</id><published>2007-01-28T23:58:00.000-08:00</published><updated>2007-01-28T23:59:55.454-08:00</updated><title type='text'>Kita adalah Orang Lain?!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keberadaan satu manusia terhadap manusia lainnya ternyata sangat berpengaruh. &lt;i style=""&gt;Added value&lt;/i&gt; yang diterima seseorang dari lingkungan sekitarnya, dari orang-orang yang berinteraksi secara intensif dengannya, dapat menjadi asupan signifikan dalam pembentukkan jiwa dan psikologi seseorang. Nilai yang ditambahkan tentunya bisa bersifat negatif atau positif, semua sangat relatif. Sesuatu yang masuk (aksi) ini akan menimbulkan reaksi dari penerima. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun, dalam perjalanannya otak-lah yang menentukan keberterimaan sebuah aksi yang masuk. Sebelum keputusan final terhadap hal tersebut, qalbu (hati,red) manusia menjadi ’panglima jenderal’, yang akan memberikan instruksi kepada otak. Di tempat ini-lah terdapat semua nilai agung manusia, yang telah Allah tetapkan sebagai fithrah. V.S. Ramachandran, seorang ahli syaraf dari &lt;i style=""&gt;California Unversity&lt;/i&gt;, menemukan eksistensi God-Spot ini dalam otak manusia. Jadi, sebenarnya qalbu itu tidak terletak di dada (jantung,red) tapi di otak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Sedangkan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu adalah hati. &lt;/span&gt;(HR Bukhari dan Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Aktivitas aksi-reaksi ini mengalami percepatan yang luar biasa hanya pada saat setelah bayi dilahirkan. Setelah kelahiran, sel-sel menjulur dan saling berhubungan melalui &lt;i style=""&gt;synapse&lt;/i&gt; di mana muatan listriknya berubah, menjadi sat-zat kimia pada sebuah lubang yang dalam, dan berubah kembali menjadi muatan listrik. Inilah kemudian yang akan menentukan reaksi. Proses ini terjadi setiap saat ketika manusia menerima aksi, namun pada fase paska kelahiran inilah terjadi perubahan yang mencengangkan. Subhanallah, 83% pertumbuhan dendrit terjadi setelah kelahiran!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Perkembangan otak tak banyak dipengauhi oleh faktor genetik, melainkan lebih dipengaruhi oleh dunia luar maupun di dalam diri seseorang. Otak diciptakan untuk menciptakan dirinya sendiri setelah kelahiran. Perkembangan otak merupakan sesuatu yang terjadi akibat respon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dengan kata lain, kita akan menjadi ’sesuatu’ karena respon dari luar seperti lingkungan yang membentuk kita. Walaupun terdapat pula faktor genetik dan pengaruh qalbu, namun setiap kita akan menjadi individu sebagai hasil adaptasi dari habitat-nya. Jadi, mungkinkan sebenarnya setiap dari kita adalah ’turunan’ dari orang lain? Orang tua pastinya sangat berpengaruh besar, namun tidak selamanya seperti itu karena tergantung pula pada eksistensi mereka di sekeliling anak-nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jika seorang anak ditumbuh-kembangkan oleh ibu-nya pasti akan membentuk individu yang berbeda ketika ia diasuh oleh nenek-nya atau bahkan pembantu-nya. Sama halnya dalam kehidupan keseharian seorang manusia, lingkungan kerja yang &lt;i style=""&gt;profi -oriented&lt;/i&gt; akan berbeda dengan &lt;i style=""&gt;social-oriented&lt;/i&gt;. Seorang yang bergaul dengan penjahat akan berbeda dengan yang bergaul dengan musisi. Kita akan menyerap warna-warna dari sekeliling.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bahkan bisa jadi, kita saat ini sebenarnya adalah orang lain, dimana karakter orang itu telah terinfiltrasi dan mendominasi karakter kita. Meskipun, hal ini terjadi relatif pada setiap orang. Orang yang memiliki kekuatan jiwa dan karakter yang kuat yang tumbuh ’sendiri’ akan sulit ’ditembus’. Namun, dengan berjalannya waktu dan intensitas pertemuan maka ia akan dapat ’ditembus’. Ibarat tetesan air yang mampu melubangi batu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jadi, keberadaan kita kepada orang lain dapat mempengaruhi kondisi kejiwaannya. Karena setiap nilai yang kita berikan akan menjadi asupan untuk perkembangan otak dan jiwa-nya. Jadi, mau memberikan warna apa pada adik, teman, sahabat dekat, atau bahkan orang yang tidak kita sukai? Percaya atau tidak warna itu sedikit-banyak akan mewarnai-nya, jika Allah berkehendak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;260107&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Selamat milad ke-3, Naswa^_^&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Semoga warna yang telah kuberikan, dapat menjadikanmu lebih ’putih’...amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-5034248315349714103?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/5034248315349714103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=5034248315349714103&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/5034248315349714103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/5034248315349714103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/01/kita-adalah-orang-lain.html' title='Kita adalah Orang Lain?!'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-2001598976376061303</id><published>2007-01-23T23:34:00.000-08:00</published><updated>2007-01-24T00:43:48.559-08:00</updated><title type='text'>Ada Apa dengan Kita?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;I’ve seen this place a thousand times….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Itu yang terbesit ketika siang ini duduk nyantei di lapangan segitiga CC Timur. Ribuan kali tempat ini telah dilewati, sejak bangunan ‘bersejarah’ SC a.k.a sekre kabinet itu hancur, sampai saat ini. Tapi, apa yang didapatkan? Pemahaman ttg apa yang telah tempat ini berikan? Atau jangan-jangan ribuan langkah itu hanya berlalu sia-sia. &lt;i style=""&gt;Sayang kalo gitu mah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di lapangan tetangganya (lapangan basket, red) rame oleh anak-anak himpunan paska pertandingan basket. Sedangkan di tempat ini, di lapangan segitiga ini, anak-anak MBWG lagi asyik latihan, cewe-cewe yang nari-nari pake bendera itu loh (apa ya namanya?).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mereka menari dengan teratur, berirama, dan kompak. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pastinya itu semua karena kemauan dan ketelatenan mereka dalam latihan. Di sisi lain, anak-anak basket (ato anak himpunan ya?) begitu antusias dan gembira-nya memainkan bola oranye itu. Meski peluh membanjiri rambut mereka. Tepat di sebelah selatan, anak-anak MBWG yang memainkan alat musik bisa menghasilkan alunan yang asyik, pas banget untuk kongkow siang-siang di bawah pohon rindang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;I’ve seen this place a thousand times….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Anak ITB punya otak di atas rata-rata, seenggaknya itu dibuktikan oleh keberhasilan memasuki kampus ini. Kalau pun bisa masuk karena dibantu bimbel, setidaknya mereka memang punya bibit otak yang bagus. Hanya saja ada satu pertanyaan yang mengganjal. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengapa mereka tidak ‘bisa&amp;mau’ menekuni hal-hal yang berbau politik? Politik dalam hal ini adalah segala sesuatu yang terkait dengan kemashlahatan masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Jelas terlihat saat ini rakyat masih selalu menjadi korban penyalahgunaan kekuasaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jika mahasiswa/i ITB bisa menari, bermain musik, dan basket se-serius itu, apa yang menyebabkan masalah-masalah sosial menjadi tidak menarik. &lt;/span&gt;Apakah karena bahasan tentang ini ‘sangat berat’ sehingga membosankan? Tapi bukankah mereka adalah mahasiswa/i dari salah satu kampus terbaik di negara ini, pastinya kapasitas otak-nya juga keren. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; apa ya dengan semua semangat kepemudaan itu? Yang katanya dinamis, kritis, dan ‘pembela keadilan’. Tampak ada yang hilang dari mereka, tapi apa ya?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;I’ve seen this place a thousand times….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Meskipun jawaban atas pertanyaan tadi telah ditemukan beserta kondisi-kondisi eksternal yang mempengaruhinya, tapi tetap saja, ada yang hilang dari pemuda-pemuda ini. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; perbedaan antara satu mahasiswa dengan mahasiswa, antara satu individu dengan individu lainnya, dalam memaknai sesuatu sepanjang kehidupannya. Satu hal yang terlihat penting bisa jadi tidak penting jika dipandang oleh orang lain. Ini dikarenakan perbedaan sudut pandang masing-masing orang. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Satu hal lagi yang paling berpengaruh, menurut saya, adalah emosi. Karena, menurut Goleman –penulis &lt;i style=""&gt;Emotional Intelligence&lt;/i&gt; dalam ceramahnnya di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;&lt;i style=""&gt;University&lt;/i&gt;&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;i style=""&gt; of &lt;st1:placename st="on"&gt;Massachussets&lt;/st1:PlaceName&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;, sebuah kekuatan yang signifikan dalam membentuk nilai-nilai kita adalah emosi-emosi kita. Keputusan yang berkaitan dengan etika tidak hanya dibuat oleh pusat-pusat rasional di otak, tetapi juga oleh pusat-pusat penggerak emosi. Hal inilah yang menyusun kemampuan manusia untuk menetapkan makna. Jadi, memang benar bahwa otak saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah bangsa karena diperlukan hati yang cukup pula.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apa benar mahasiswa/i ITB sekarang tak ber-emosi?? Wallahu’alam,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;240107:1541&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-2001598976376061303?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/2001598976376061303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=2001598976376061303&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/2001598976376061303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/2001598976376061303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/01/ada-apa-dengan-kita.html' title='Ada Apa dengan Kita?'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-3403725475676602110</id><published>2007-01-04T19:36:00.000-08:00</published><updated>2007-01-04T19:39:33.417-08:00</updated><title type='text'>Inikah rasanya ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;~sebuah kontemplasi~&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lulus dan menjadi ST adalah keniscayaan –jika Allah mengijinkan-, begitu pula dengan tidak lagi menjadi aktifis kampus walaupun masih di kampus. Serasa ada siklus hidup yang hilang dan aktivitas pergi ke kampus menjadi sesuatu yang hambar. Inikah rasanya &lt;i style=""&gt;post power syndrome&lt;/i&gt;? Entahlah, mungkin hal ini hanya karena kehilangan ruang aktualisasi diri.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dulu, waktu masih jadi aktivis (maksudnya aktif di kabinet), pernah berpikiran skeptis terhadap dunia paska kampus. Bersilang pendapat dengan orang-orang yang paska-kampus &lt;i style=""&gt;minded&lt;/i&gt; menjadi hal yang biasa. Mencari 1001 alasan bahwa pandangan ‘selama masih di kampus, kita harus fokus di kampus!!’ adalah benar. Pokoknya benar-benar anti dengan yang namanya persiapan paska kampus. Mungkin karena dulu masih punya semangat ’45. Tapi, ternyata ada yang salah dengan pemikiran itu karena tidak selamanya kita berada di kampus.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt; yang bilang bahwa kampus adalah tempat latihan perang dan dunia paska kampus adalah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; perang sesungguhnya. Sehingga bekal yang dibawa dari kampus harus banyak dan kuat. Pernyataan ini dimengerti tapi belum dipahami. Memang bekal seperti apa yang harus disiapkan? Jika pada akhirnya, masih banyak temen-temen ST yang mengalami &lt;i style=""&gt;post graduate syndrome&lt;/i&gt;. &lt;i style=""&gt;Don’t know what to do…&lt;/i&gt;Seperti inikah rasanya lulus? Entahlah, karena pada akhirnya kemampuan ‘perang’ sebenarnya akan teruji dengan berjalannya waktu. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang bilang, bahwa kita butuh untuk membangun kekuatan finansial ketika masih berstatus mahasiswa (biasanya tingkat akhir) agar bisa langsung &lt;i style=""&gt;run&lt;/i&gt; ketika keluar kampus. Tidak ada yang salah dengan itu. Tapi, itu bukan satu-satunya yang harus dilakukan. Atau mungkin keberterimaan terhadap pendapat ini tergantung pada masing-masing orang. Di lapangan, ada yang kebingungan antara menyelesaikan TA atau fokus di bisnis –sudah banyak contohnya-. Seperti inikah rasanya mempersiapkan diri untuk lulus? Entahlah, tapi yang pasti dari 10 orang yang akan masuk syurga, 9 orang di antaranya adalah pedagang (&lt;i style=""&gt;entrepreneurship&lt;/i&gt;?). Jadi gimana? Yang pasti harus lulus dulu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;…&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bulan-bulan menuju sidang dan wisuda, pastilah menjadi bulan yang penuh dengan kontemplasi. Kegelisahan karena jenuh, ketakutan kehilangan teman –masa kampus-, dan ke-horor-an ketika dikejar &lt;i style=""&gt;deadline&lt;/i&gt; akan muncul di akhir masa ini. Wajar, karena selangkah lagi akan memasuki dunia baru. Seperti bayi, dalam detik-detik awal ia harus mengindera dunia baru-nya. Seperti (tulisan) inikah rasanya jika dilanda kebingungan?? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;…masih ada waktu,&lt;br /&gt;untuk mencari celah kemanfaatan&lt;br /&gt;dan memberikannya selagi [masih] di kampus. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;…masih ada waktu,&lt;br /&gt;untuk menguatkan diri hingga kau siap&lt;br /&gt;jika waktunya tiba&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;…masih ada waktu,&lt;br /&gt;untuk mencari Allah dan lebih dekat lagi denganNya&lt;br /&gt;agar Ia tetap bersamamu,&lt;br /&gt;dimanapun itu hingga nafas terakhirmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untuk Allah di atas segalanya….&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*utk calon wisudawan/wati itb juli07 : semangat!! Barengan ya,insyaALLAH…=)&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;  utk calon wisudawan/wati itb maret07 : SEMANGAT!!&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Youcanifyouthinkyoucan,insyaALLAH*&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;040107&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-3403725475676602110?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/3403725475676602110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=3403725475676602110&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/3403725475676602110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/3403725475676602110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/01/inikah-rasanya.html' title='Inikah rasanya ?'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-7968731790867899984</id><published>2007-01-04T19:31:00.000-08:00</published><updated>2007-01-04T19:34:58.617-08:00</updated><title type='text'>Biarkan yang Lain Bersinar…</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kita Satu Tim, Loh!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kehandalan kinerja tim akan ditentukan oleh dua hal, yaitu hati dan waktu. Interaksi sesama manusia dalam tim memungkinkan terjadinya friksi kepentingan. Apalagi jika tim tersebut memiliki tipikal orang yang lengkap (koleris, melankolis, sanguinis, dan plegmatis). Ini dapat menjadi keunggulan sekaligus tantangan. Cukup sulit untuk menyatukan variasi ini, namun ternyata –berdasarkan pengalaman- orang dengan dominasi sedang-rendah di dalam tim-lah yang mampu melakukannya. Padahal hal ini sulit dilakukan oleh orang dengan dominasi tinggi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Mungkin memang benar bahwa orang-orang hebat tidak dapat disatukan oleh orang hebat, yang bisa menyatukan mereka justru orang ‘biasa’. Is it? Bisa jadi. Karena orang hebat (biasanya memiliki dominasi tinggi) memiliki ego yang tinggi, sedangkan orang ‘biasa’ tidak. Dengan begitu ia memiliki kartu As untuk bisa menjadi nahkoda tim karena sifat legowo-nya itu. Jadi, kemampuan mengelola hati menjadi poin penting ketika bekerja dalam tim. Orang-orang dominasi tinggi biasanya adalah orang koleris dan melankolis dominan, sedangkan orang plegmatis dan sanguinis dominan adalah sebaliknya. Walaupun hal ini tidak mutlak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tim yang memiliki variasi lengkap seperti ini akan menjadi sangat dinamis, bahkan bisa menjurus ‘brutal’ dan ‘liar’. Namun, dengan berjalannya waktu maka masing-masing pribadi akan mengetahui dinding pembatas hak pribadi orang lain yang tidak boleh dilanggar. Masing-masing pribadi akan memahami apa yang orang lain suka dan benci, apa bacaan kesukaannya, apa musik yang dapat menenangkannya, seperti apa jika dia marah, dll. Waktu akan menjadi guru yang berharga dan menghasilkan pengalaman batin yang semakin mendewasakan satu sama lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kualitas ikatan hati dan kekuatan saling memahami akan menjadi penentu langgeng atau tidak-nya suatu tim. Konsep, teori, analisa, dan asumsi yang didiskusikan atau diperdebatkan dalam forum/tim hanya merupakan sebuah metode pembelajaran, bukan hal utama dalam sebuah tim yang handal. Justru, kepribadian orang-orang dalam tim itu adalah substansi-nya sedangkan apa yang dibawa hanya merupakan label.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Adalah hal yang wajar jika dalam suatu tim terdapat orang dominasi tinggi dan rendah. Itu &lt;i style=""&gt;mah &lt;/i&gt;sunatullah. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengelola tim tersebut agar konstruktif bukan destruktif. Agar dapat menjadi &lt;i style=""&gt;solution maker&lt;/i&gt; dan kehandalan tim teruji. Dengan begitu, insyaAllah tim ini bisa langgeng dan kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saya pernah berada dalam 2 kondisi forum (tim) yang berbeda tersebut. Di forum pertama, saya sangat merasakan ke-legowo-an pemimpin forum dan kekuatan saling memahami yang besar. Meski terjadi friksi-friksi, namun bisa ditemukan hasil yang &lt;i style=""&gt;win-win solution&lt;/i&gt;. Subhanallah, betapa lapangnya hati orang-orang di dalam forum/tim ini terhadap satu sama lain, padahal saya tahu di antara mereka ada ‘api dalam sekam’=)… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di lain kesempatan, saya pernah melihat forum yang ‘panas’ dan sudah menjurus destruktif. Kerasa banget, masing-masing mempertahankan ego-nya dan parahnya sampai ingin menjatuhkan orang lain –astaghfirullah-. Di sini ada orang yang &lt;i style=""&gt;keukeuh&lt;/i&gt; ga pada tempatnya (udah jelas-jelas salah, tetep aja ngotot…), berbicara berputar-putar, ditambah emosi (+sensitivitas pribadi), dan pada akhirnya meledak-lah amarah itu… Rame sih, tapi saya yakin abis forum itu masing-masing orang jadi pada ga enak hati…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Apa Kata Mereka?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Ketika suatu tim  ingin menjadi sebuah ‘cahaya penerang’ di masyarakat atau menjadi benih peradaban, pastinya dibutuhkan tim yang konstruktif terhadap ide-ide perubahan. Untuk itu, tim ini harus konstruktif dulu secara internal dari dan untuk masing-masing orang. Percayalah, kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Berdasarkan pengalaman, kelahiran ide gerak suatu tim selalu dimotori oleh orang dominasi tinggi. Orang-orang ini selalu aktif di forum, memiliki pemikiran yang &lt;i style=""&gt;njlimet &lt;/i&gt;(yang kadang sulit dipahami orang), dan sering menjadi provokator forum=) –tapi ga semuanya kyk gitu, ko’…-. Sedangkan orang dominasi sedang-rendah seringkali tidak terdengar suaranya di forum. Padahal nantinya orang ‘biasa’ ini-lah yang merealisasikan ide gerak itu. Mereka konsisten dan komitmen dengan kesepakatan tim. Di saat yang sama, justru orang yang mengusulkan ide itu ‘pergi’–tapi ga semuanya kyk gitu, ko’…-. Inilah yang membuat orang ‘biasa’ menjadi hebat dalam ke’biasa’annya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kecemerlangan pribadi orang ‘biasa’ ini sering tertutupi oleh dominasi orang-orang hebat. Hal ini dikarenakan sifat dasar yang dimiliki adalah tidak berambisi untuk tampil. Mereka merasa ‘cukup’ untuk menjadi orang ‘biasa’ di antara orang-orang hebat. Sebuah manajemen hati yang luar biasa. Karena itu, ia akan mampu ‘mengendalikan’ tim dengan kekuatan itu. Pada kenyataannya, tidak mudah untuk ‘tidak berambisi untuk tampil’ karena dibutuhkan sebuah kebesaran hati dalam mengelola niat dan aktivitas. Dan ini bisa terwujud jika hubungan vertikal dengan Allah terjalin baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jika Anda adalah orang-orang hebat yang saya maksud, pernahkah mencoba untuk mendengarkan apa kata orang ‘biasa’ tentang suatu hal? Yang sama sekali tidak terdengar dalam diskusi tim atau sama sekali tidak terpikirkan oleh Anda, padahal itu adalah ide brilian. Pernahkah mencoba memberi kesempatan kepada mereka untuk bicara? Pernahkah kita menahan ego untuk tidak bicara, demi memberi kesempatan pada mereka? Pernahkah mencoba untuk belajar diam dan mendengarkan mereka? Seharusnya kita dapat sesekali berganti peran dengan mereka. Saya yakin mereka bosan dengan peran mereka, begitu juga kita &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;? Maka biarkanlah mereka bersinar…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jika Anda hanya merasa sebagai orang-orang ‘biasa’ yang saya maksud, ada apa dengan kekeluan lidah kita saat di forum? Padahal saat itu orang lain sedang menunggu ide brilian kita. Mari bercermin, kita manusia mereka pun manusia, lalu mengapa berat sekali rasanya menata kata kita agar mereka paham? Apa karena kita malu? Merasa tidak se’hebat’ mereka yang pandai bicara. Percayalah, mereka lelah karena terus bicara, gimana jika kita gantikan? Sehingga kita dapat memberikan juga sinar kebaikan itu kepada orang lain. Karena setiap diri telah diberikan potensi kebaikan oleh Allah, jadi mari kita optimalkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dalam interaksi sosial, setiap manusia pasti menginginkan agar dirinya diterima orang lain. Begitu juga dalam suatu tim. Oleh karena itu, masing-masing akan mencari dan mengenakan ‘topeng’ yang menurutnya paling pas untuk mewujudkan &lt;i style=""&gt;self-acceptance&lt;/i&gt; tsb. Jadi, kita tidak dapat menyalahkan mengapa si fulan begitu, mengapa si fulanah begini. Pasti ada alasan di balik semua itu. Yang harus kita lakukan adalah berbaik sangka dan membiarkan orang lain bertumbuh menurut jalan yang diingininya. Tapi, kalo jalan yang dipilih itu jalan ‘bengkok’ maka harus di’lurus’&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;. Kemampuan untuk me’lurus’&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; ini berbanding dengan kualitas ikatan hati kita dengan Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pada akhirnya kehandalan tim akan dipengaruhi oleh kualitas ikatan hati –yang berhubungan langsung dengan Allah- dan kekuatan saling memahami. Keduanya bisa dilatih dan diimplementasikan dengan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk &lt;i style=""&gt;show up&lt;/i&gt;, tentunya dengan niat karena Allah. Selain itu, hal ini dapat memberikan warna lebih pada tim ini, yaitu karena kekuatan itsar (mendahulukan saudara)-nya, yang merupakan tingkatan tertinggi ukhuwah. Dengan begitu, maka akan terasah perasaan saling mencintai saudaranya dan apabila hal ini dikerangkakan karena Allah, subhanallah, maka Allah akan menyediakan sebuah pintu syurga untuk orang-orang ini. Mudah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;? Hanya dengan membiarkan yang lain bersinar…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;*untuk semua: mohon maaf. Terutama bagi yang merasa telah saya dholimi selama ini, &lt;i style=""&gt;hapunten&lt;/i&gt;…*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;040107&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;PS: tulisan ini terinspirasi dari ‘ketakutan’ seorang ‘adik’ thd saya dalam sebuah forum. Memang saya menakutkan ya Dek?? ^_^!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-7968731790867899984?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/7968731790867899984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=7968731790867899984&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/7968731790867899984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/7968731790867899984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/01/biarkan-yang-lain-bersinar.html' title='Biarkan yang Lain Bersinar…'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-2602132979058836365</id><published>2007-01-04T19:26:00.000-08:00</published><updated>2007-01-04T19:30:22.265-08:00</updated><title type='text'>Saat Memberi Saat Menerima* Kebaikan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="IN"&gt;*judul sinetron jadul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;*Tulisan ini dibuat karena terinspirasi oleh pernyataan seorang saudari tentang perubahan dirinya,selepas ashar tadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -45pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ratih&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: &lt;i style=""&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;, (nama seorang akhwat) berubah ya sekarang,,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -45pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Akhwat&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: Perubahan ini juga karena ratih (^_^!), karena (nama akhwat lain), karena (nama akhwat lain)…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -45pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ratih &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Ko’ bisa?? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -45pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Akhwat &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: Karena kita kan ‘sekeluarga’ =). Masing-masing dari kita telah memberikan warna kebaikan kepada saudari kita yang lain. Semoga saya pun bisa memberikan warna kebaikan itu =)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -45pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ratih&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: Oh ya?? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -45pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Akhwat&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: Iya, karena masing-masing kita memberi-menerima…=)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Persisnya seperti apa dunia nyata (luar kampus), saya ga tau pasti. Namun, saya meyakini bahwa ‘dunia itu’ lebih keras dibandingkan dengan ‘dunia sekarang’. Pastinya lebih berat, tantangan lebih besar, peluang terbuka lebar, ideologi ‘aneh’ berseliweran, dll... Tampak menyeramkan =(... &lt;i style=""&gt;But, life must go on&lt;/i&gt;! Tinta emas harus ditorehkan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dulu, ibu pernah mewanti-wanti, ‘&lt;i style=""&gt;kl jadi orang jangan terlalu idealis, dunia ga bisa dijalani dengan kepolosan&lt;/i&gt;..’ Meskipun jadi sering berdebat gara-gara itu, saya tetap meyakini bahwa menjadi orang ‘baik’ adalah suatu keharusan. Menjadi baik di segala situasi, seperti yang selalu dicontohkan Rasulullah. Bahkan ketika orang yang sering melempari beliau kotoran jatuh sakit, beliau menjenguknya. &lt;i style=""&gt;Subhanallah...&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Komitmen dan kontinuitas akan menjadi pembeda antara yang benar-benar ‘baik’ dan yang tidak. Ke’baik’an akan menjadi karakter ketika nilai-nilai itu telah terpatri dalam diri dan terlaksana secara tidak sadar. Bukan topeng atau basa-basi semata. Tingkat ke’baik’an yang dimiliki seseorang yang akan menjalani dunia nyata harus tinggi. Kalau tidak, bisa-bisa terseret oleh arus zaman. &lt;i style=""&gt;Na’udzubillah...&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ke’baik’an ini, secara fitrah telah Allah tanamkan di dalam &lt;i style=""&gt;qalbu &lt;/i&gt;manusia (&lt;i style=""&gt;god spot,&lt;/i&gt;ESQ). Namun, penampakannya terkadang dihalangi oleh syetan dan hawa nafsu. Oleh karena itu, manusia membutuhkan lingkungan yang ‘baik’ sehingga proses pembentukan ke’baik’an itu berjalan lancar dan ber-progress. Lingkungan berfungsi sebagai penjaga nilai, meskipun pilihan untuk berbuat kembali pada manusia-manusia itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Disini-lah peran keluarga sesungguhnya. Dalam sebuah artikel di sebuah majalah muslimah (lupa namanya), disebutkan bahwa penyimpangan pemahaman anak-anak SD di Jakara terhadap seks diakibatkan konsumsi VCD porno yang dijual bebas. Seorang pemerhati sosial menyebutkan bahwa para orangtua tidak bisa menyalahkan sekolah yang dinilai tidak becus dalam mendidik anak mereka. Karena permasalahan yang sebenarnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada pada kondisi keluarga secara utuh, seperti kemudahan fasilitas (VCD player/HP dgn &lt;i style=""&gt;bluetooth,&lt;/i&gt;dll) dan perhatian orang tua terhadap perkembangan anaknya. Ternyata keluarga itu madrasah pertama dan paling utama...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;‘Keluarga’ yang saya maksudkan pada percakapan di atas adalah keluarga yang lain. Dalam ‘keluarga’ ini frekuensi pertemuannya hanya setiap pekan sekali. Namun, entah kenapa ikatan hati yang terbentuk di dalamnya benar-benar kuat, mungkin ada yang sampai menyamai ikatan keluarga sedarah. Mungkin karena manusia-manusia dalam ‘keluarga’ ini langsung diikatkan hatinya satu sama lain oleh Rabb Semesta Alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selama perjalanannya, masing-masing orang di dalamnya telah ‘mendapatkan’ sesuatu dari yang lain. Mereka mendapatkan sebuah/lebih dari satu –jika diakumulasikan- nilai baik yang kemudian mempengaruhi kehidupannya. Tiap-tiap orang – jika ikhlas karena Allah- pasti akan mendapatkan nilai baik, sekecil apapun itu. Bersamaan dengan itu, secara tidak sadar ternyata mereka juga ‘memberikan’ sesuatu. Inilah saat memberi, saat menerima.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dengan media/forum inilah ke’baik’an yang telah dimiliki dapat terpelihara dan ditumbuhkembangkan. Tentunya dengan menyerap nilai-nilai baik dari orang lain/lingkungan, nantinya ke’baik’an itu dapat diberikan kembali. Selain itu, dalam setiap nilai baik yang diberikan akan ada hasil yang didapatkan. &lt;i style=""&gt;Karena Allah akan membalas kebaikan walau seberat dzarah...&lt;/i&gt; Ibarat pohon, ia menyerap air, mineral, dan CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; untuk kemudian diubah melaui proses fotosintesis menjadi C&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;12&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt; dan O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; yang bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                        &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kita senantiasa meminta kepada orang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kita sering lupa untuk memberi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kita tak sadar bahwa apapun yang kita berikan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya adalah untuk kita sendiri &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bukan untuk siapa-siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kita selayaknya meneladani sang surya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang memberi tanpa mengharap imbalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya perlu percaya bahwa apapun yang kita berikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;suatu ketika pasti kembali kepada kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan keniscayaan, suatu hukum alam yang sudah ditetapkan Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;#ratih,181003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;                      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;*...kuatkanlah ikatannya ya Allah...*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;221206&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-2602132979058836365?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/2602132979058836365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=2602132979058836365&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/2602132979058836365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/2602132979058836365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/01/saat-memberi-saat-menerima-kebaikan.html' title='Saat Memberi Saat Menerima* Kebaikan'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-6801300545843072903</id><published>2007-01-04T19:20:00.000-08:00</published><updated>2007-01-04T19:25:43.346-08:00</updated><title type='text'>Ke-NISBI-an Manusia</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;~republish~&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam menjalani kehidupan, &lt;i style=""&gt;impression management&lt;/i&gt; menjadi hal yang mutlak diperlukan. Apalagi bagi orang-orang yang memahami bahwa ke-eksis-an dirinya menjadi hal yang penting. Dengannya ia bisa merekayasa lingkungannya menurut kehendak pikirannya. Sehingga ia bisa membentuk sebuah lingkungan, dimana dirinya akan menjadi pusat orbit (‘orang tsb’-sentris). Ini merupakan indikator dari &lt;i style=""&gt;self-acceptance&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bagi orang koleris&amp;melankolis dominan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penerimaan diri dari lingkungan merupakan hal mutlak untuk menunjukkan eksistensi dirinya. Untuk memperoleh label ini, kadang orang ini mampu melakukan apa saja. Bahkan mungkin hingga mengabaikan orang-orang di sekitarnya, sehingga tidak menutup kemungkinan banyak dendam dan ketidaksukaan yang mengarah padanya. Namun, terkadang orang ini tidak sensitif untuk melihat bahwa di balik penerimaan diri dari lingkungan saat ini, tersimpan bom waktu &lt;i style=""&gt;self-refusal&lt;/i&gt; yang akan meledak suatu saat nanti.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sifat ke-aku-an dan mandiri jelas tergambar dalam perilaku orang-orang ini sehingga sulit untuk mengetahui isi hati yang sebenarnya. Orang-orang ini hanya membuka dirinya pada lingkungan yang dapat membuatnya nyaman. Kenyamanan ini didapatkan dalam kesendirian atau dalam lingkungan orang-orang plegmatis&amp;sanguinis dominan. Dalam kesendirian, tidak akan ada pihak yang berkeberatan dengan keegoisannya dan bersama orang-orang plegmatis&amp;amp;sanguinis dominan, dominasi-nya tidak terkalahkan. Inilah yang membuatnya nyaman.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;i style=""&gt;Self-acceptance &lt;/i&gt;dan &lt;i style=""&gt;self-refusal&lt;/i&gt; bukan menjadi hal yang utama bagi orang-orang plegmatis&amp;sanguinis dominan. Karena kehidupan ini dalam sudut pandang mereka selalu indah. Namun, bukan berarti mereka tidak bisa bersedih. Mereka merupakan orang yang selalu mengalah agar dapat menghindari perselisihan. Mereka masih akan mengalah dan bertahan di tempat, ketika &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berinteraksi jika koridor berpikir-nya masih sama. Namun, jika terdapat perbedaan yang prinsipil mereka akan mengalah dengan cara mengundurkan diri dari interaksi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Orang-orang plegmatis&amp;sanguinis dominant adalah orang yang telah dikaruniai hati yang luas, seluas samudera&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Karena kesabarannya ketika menghadapi orang-orang koleris&amp;melankolis dominan, walaupun terdapat perbedaan reaksi antara orang plegmatis dan sanguinis. Oleh karena itu, orang-orang ini cocok untuk dijadikan tempat curhat dan teman diskusi karena mereka adalah tipikal pendengar sejati. Yang paling menyenangkan adalah ketika berinteraksi dengan orang sangunis, karena dengan pemikiran-pemikirannya optimisme hidup dapat cepat tercapai. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Katanya, &lt;i style=""&gt;teamwork&lt;/i&gt; yang handal adalah jika di dalamnya terdapat ke-empat tipikal orang-orang ini.Terlepas dari itu semua, saya yakin ketika kita berinteraksi dengan orang (yang udah kenal lama maupun yang baru kenal), kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya ada di dalam hati mereka. Apatah dia orang koleris, sanguinis, plegmatis, atau melankolis. Karena hati manusia itu luas dan dalam. Yang dapat dilakukan hanyalah sebatas memberikan reaksi atas aksi yang diberikan lawan interaksi kita, dimana aksi itu hanya perwujudan dari permukaan hati-nya saja. Yang lain yang di dalam, kita tidak pernah tahu. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nisbi. Kita tidak pernah tahu siapa sebenarnya lawan bicara kita, teman atau lawan. Kita tidak bisa 100% membaca pikiran mereka sehingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat bereaksi sesuai dengan apa yang mereka inginkan atau bereaksi dengan &lt;i style=""&gt;setting-&lt;/i&gt;an yang ingin kita wujudkan. Karena bisa jadi sesuatu yang terlihat putih itu ternyata hitam. Atau bisa juga warna merah yang ingin kita berikan berubah menjadi merah muda ketika diterima oleh lawan bicara kita. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selain faktor kepribadian dari masing-masing kita, ada lingkungan yang memberikan pengaruh. &lt;i style=""&gt;Acceptance or refusal&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;?apakah dia teman atau lawan? &lt;/i&gt;Namun,yang pasti setiap diri menginginkan kebutuhannya sebagai makhluk sosial terpenuhi. Jika benar begitu, dunia ini tampak sangat menyeramkan&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;L&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;i style=""&gt;But, life must go on&lt;/i&gt;… &lt;i style=""&gt;with or without us&lt;/i&gt;. Berarti permasalahannya hanya terletak pada cara kita memandang seseorang (mau berbaik sangka atau berburuk sangka?). &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kita hanya bisa menebak-nebak tentang perasaan, pemikiran dan rahasia hati seseorang. Nisbi. Kita tidak pernah tahu rahasia sebenarnya tentang siapa. Karena itu ada kalimat bijak, &lt;i style=""&gt;jangan bersandar pada manusia karena kita tidak tahu hitam-putih-nya, tapi bersandar-lah pada Allah,Rabb Semesta Alam, yang mengetahui sebenar-benarnya mana yang hitam dan putih itu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;*maaf, karena aku mungkin bukanlah aku yang sebenarnya…*&lt;br /&gt;181206&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-6801300545843072903?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/6801300545843072903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=6801300545843072903&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/6801300545843072903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/6801300545843072903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/01/ke-nisbi-manusia.html' title='Ke-NISBI-an Manusia'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-299238000763163806</id><published>2007-01-03T18:19:00.000-08:00</published><updated>2007-01-03T18:24:27.161-08:00</updated><title type='text'>A Rainy Bandung !?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sejak sepekan lalu, &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:City&gt; telah menjadi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; seperti sediakala. Ini bisa dirasakan dari suhu udara dan suasana hari. Warna langit yang selalu senada (gradasi biru-kelabu hingga hitam) dan banyaknya payung warna-warni berseliweran atau orang-orang jadi gemar memakai &lt;i style=""&gt;sweater&lt;/i&gt; merupakan indikator datangnya musim hujan. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; sedang merehabilitasi diri-nya saat ini. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dengan datangnya musim ini, udara &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; menjadi lebih ‘bersih’ karena air hujan juga berfungsi sebagai materi penangkap polutan udara. Selain itu, mulai bulan ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; seharusnya tidak lagi mengalami kekurangan air bersih karena debit Sungai Citarum dan Cisangkuy sudah bertambah secara signifikan. Namun, penduduk &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:City&gt; harus sedikit bersabar karena di awal-awal musim ini PDAM belum bisa mengolah air &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; (air sungai). Hal ini dikarenakan penambahan air dalam jumlah besar akibat hujan menimbulkan kekeruhan yang sangat tinggi. Jika air ini dipaksakan diolah, maka &lt;i style=""&gt;water treatment plant&lt;/i&gt; yang ada akan mengalami &lt;i style=""&gt;shock loading&lt;/i&gt; karena beban olah-nya melebihi kapasitas normal. Jadi, memang harus sedikit bersabar. Oh ya, hal ini juga yang menyebabkan warna air PDAM lebih coklat dari biasanya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kayaknya di sekitar Ganesha 10, pohon dan rumput jadi semakin hijau dan semakin harum (perasaan saya aja?). Jadi suka deh, dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang seperti ini… Mungkin suasana seperti ini yang ngebuat banyak orang jatuh cinta ama &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; tapinya… Banjir! Sedih deh, kalo mencoba kilas balik. Kemarin waktu kemarau kita dilanda kekeringan, sekarang dikasih hujan kita kebanjiran (MasyaAllah…apa itu namanya ga bersyukur y?). &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sistem drainase Bandung masih memakai bekas peninggalan Belanda, terutama yang di kota-nya. Sistem yang dipakai adalah saluran tertutup (saluran air yang tidak kontak langsung dengan udara ) di bawah tanah. Untuk daerah-daerah sekitar kota, biasanya memakai saluran terbuka yang langsung bermuara dengan sungai/anak sungai. Kenapa tetep banjir? Karena air yang jatuh tidak langsung terserap tanah (dilapisi aspal/&lt;i style=""&gt;paving block/&lt;/i&gt;di-plester,dll) dan tidak tersedianya (atau tersumbat) saluran air dari jalan/suatu area ke saluran air/parit. Pun semua itu ada, kecepatan alirnya tidak mengimbangi kecepatan jatuhnya air hujan (hujan deres banget+angin). Jadi, nikmatin aja… Sekalian hujan-hujanan ! Rame kali ya….=P&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;T&lt;/o:p&gt;api, apapun kondisinya, Bandung tetep aja dikangenin ama orang-orang. Meskipun harus berbasah-basah ria saat musim hujan kayak gini... &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;?! I love it!&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;*btw, banyak banget ya PR utk TL-ers… &lt;/span&gt;Caiyo!! Banyak ladang amal euy…*&lt;br /&gt;221206&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-299238000763163806?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/299238000763163806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=299238000763163806&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/299238000763163806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/299238000763163806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2007/01/rainy-bandung.html' title='A Rainy Bandung !?'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-7069177491142696503</id><published>2006-12-20T18:48:00.000-08:00</published><updated>2006-12-20T18:49:02.939-08:00</updated><title type='text'>Thank Allah, I’m a woman.</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beliau memiliki hati yang luas untuk mampu mencintaiku dan menerima cintaku, apa adanya. Beliau pun memiliki emosi yang tinggi dan dalam untuk memahami amarah dan bahagiaku. Dengan tangan lembutnya, beliau kerap memberikan elusan kehangatan di kepalaku. Kadang juga pelukan penyemangat di kala aku jatuh. Ketika itu pula, beliau menyediakan bahunya yang kuat untuk menjadi sandaran. Saat aku merasa bumi ini tidak lagi dapat dipijak, kata yang bermakna menjadi mercusuar asaku. Sehingga aku mampu bangkit kembali karena Allah telah menganugerahiku seorang malaikat bumi… Beliau adalah ibu-ku. Beliau adalah wanita terhebat yang pernah kutemui.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Thank Allah, I’m a woman. So that, I could &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;be a mother in future…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Kemandirian dan ketawadhu’an senantiasa terpancar dari wajahnya. Beliau adalah ibu kedua bagiku. Liku hidupnya yang telah Allah takdirkan memberikan banyak hikmah dan keteladanan. Kesabarannya akan pilihan-pilihan yang Allah tetapkan dan pergilirkan, tidak membuatnya goyah. Nyatanya beliau masih disini, entah apa jadinya jika semua itu terjadi padaku. Beliau apa adanya, sederhana ,dan penuh cinta. Beliau mengajarkan bahwa ujian hidupku bukanlah akhir dari segalanya. Itu adalah bukti cinta Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Thank Allah, I’m a woman. So that, I could be like her…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Jiwa yang teguh dan pandangan yang mantap, membuatku terpesona padanya. Sejak tahun awal di kampus ITB, beliau telah ‘menetapkan’ pilihan aktivitas untukku (atau dijebak ya&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;). Mulanya aku takut-takut, namun dengan jiwa juang yang tinggi dan keteguhan atas apa yang diyakininya, memberikan keberanian untukku. Kematangan pemikiran dan pemahaman atas kondisinya sebagai wanita tidak menyurutkan langkahnya untuk bisa &lt;i style=""&gt;one step ahead &lt;/i&gt;dari lelaki. Pulang malam karena harus sidang kongres sampai malam atau berkata ‘hitam adalah hitam’ di depan menteri-nya menunjukkan bahwa beliau adalah wanita mandiri. Meski sekarang sulit bagiku menemukan bayangannya, namun pelajaran selama setahun itu telah meninggalkan sketsa wajahnya di hatiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Thank Allah, I’m a woman. So that, I could &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;be like my ‘cool’ sister…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;*happy mom’s day, &lt;i style=""&gt;ibu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;happy mom’s day, for all women in this world who will be a mother!!*&lt;br /&gt;221206&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-7069177491142696503?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/7069177491142696503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=7069177491142696503&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/7069177491142696503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/7069177491142696503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2006/12/thank-allah-im-woman.html' title='Thank Allah, I’m a woman.'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-2374154357278714855</id><published>2006-12-20T18:45:00.000-08:00</published><updated>2006-12-20T18:50:22.511-08:00</updated><title type='text'>Hmm...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;~sebuah renungan~&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Manusiawi memang&lt;br /&gt;Tatkala butuh bicara tentang cinta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Manusiawi memang&lt;br /&gt;Ketika berpetualang kata tentang rasa suka&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; bahagia menyelusup&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Manusiawi memang&lt;br /&gt;Jika menggantungkan harap&lt;br /&gt;Kelak bertemu si belahan jiwa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hmm…&lt;br /&gt;Itu manusiawi dilakoni manusia&lt;br /&gt;Manusia dunia kebanyakan&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi,&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pantaskah itu dilakoni oleh manusia-manusia luar biasa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Wajarkah jika perasaan itu diumbar di tengah jalan cahaya ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa bedanya manusia luar biasa itu dengan manusia kebanyakan?&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hmm…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika kini gerbong cahaya ini tak pernah melaju cepat&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;mungkin itu karena ketidakpantasan dan ketidakwajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ketika berbicara cinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berbicara pada tempat yang salah&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Bersikap pada waktu yang salah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sehingga Allah cemburu pada cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tidak mungkin ada yang bilang tak butuh cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena manusia tidak bisa meremehkan perasaan&lt;br /&gt;Sebab, manusia menjadi manusia dengan perasaannya.&lt;br /&gt;Ia adalah tempat persinggahan dua hal yang tersuci di dunia ini:&lt;br /&gt;iman dan cinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi, sekali lagi:&lt;br /&gt;Berbicara pada tempat yang salah&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bersikap pada waktu yang salah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilakukan ketika bicara cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Maka, diamlah…&lt;br /&gt;Sampaikan do’a untuk menjemput si belahan jiwa.&lt;br /&gt;Biarkan rahasia ini &lt;b style=""&gt;hanya Allah yang tahu&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bersabarlah, si belahan jiwa akan datang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika Allah berkehendak&lt;br /&gt;Pun tidak di dunia&lt;br /&gt;Si belahan jiwa akan hadir&lt;br /&gt;di Jannah Allah kelak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Biarkan rahasia ini &lt;b style=""&gt;hanya Allah yang tahu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;agar jalan cahaya ini &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;memang benar-benar jalan menuju cahaya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;*…jika rasa itu tidak pernah ada, maka jangan disuburkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Jika pernah ada, maka kendalikan-lah. Karena kuingin perasaan ini murni dan suci hingga akhirnya nanti ia akan menemukan tempat untuk berlabuh…*&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;191206 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-2374154357278714855?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/2374154357278714855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=2374154357278714855&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/2374154357278714855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/2374154357278714855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2006/12/sebuah-renungan-manusiawi-memang.html' title='Hmm...'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-2400396813866782747</id><published>2006-12-20T18:43:00.000-08:00</published><updated>2006-12-20T18:45:38.039-08:00</updated><title type='text'>Karena kita tidak dianggap dewasa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;~Sebuah kilas makna tentang mahasiswa~&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kampus Ganesha yang telah berdiri di pusat jantung Kota Bandung, hampir satu abad silam, menyimpan banyak asa. Di Jalan Ganesha no 10 ini, seluruh putra-putri terbaik bangsa dididik agar memiliki kemampuan untuk mengelola bangsa yang besar ini. Perubahan-perubahan terus dilakukan agar menjadi lebih baik. Menjalankan sebuah organisasi dengan terus menerus mengevaluasi diri, mengambil yang baik, dan membuang yang buruk. Ini adalah prinsip &lt;i style=""&gt;Kaizen&lt;/i&gt;, yang senantiasa dilakukan oleh penduduk Jepang dan menjadi modal keberhasilan negara berpenduduk asli Ainu ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Oleh karena itu sejak tahun 2000 lalu berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 155/2000, ITB berubah status dari PTN menjadi BHMN. Perubahan status ini merupakan transformasi budaya (&lt;i style=""&gt;mind set&lt;/i&gt;) yang perlu dilandasi oleh pemikiran yang luas dan komprehensif (H.S. Dillon dlm pembukaan ART ITB). Sejogjanya, perubahan yang diusung oleh Pemerintah ini merupakan hasil evaluasi positif terhadap keberjalanan kehidupan perguruan tinggi. Bukan merupakan pelepasan tanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Perubahan status ini mempengaruhi perubahan lapisan mahasiswa di ITB. Mahasiswa yang masuk melalui SPMB jumlahnya terus berkurang karena ITB mengadakan jalur masuk mandiri dengan biaya masuk yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tinggi. Dengan begitu, semakin banyak mahasiswa dari golongan ekonomi tinggi. Maka jangan heran jika kini lapangan parkir ITB dan sekitar Jalan Ganesha penuh sesak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pastinya perubahan ini memiliki potensi tersendiri, yaitu pemupukan &lt;i style=""&gt;entrepreneurship&lt;/i&gt; di kalangan mahasiswa. Hal ini dimungkinkan karena setidaknya mahasiswa ini memiliki kekuatan secara materi. Konsep ini akan dapat berkembang dan melatih kemampuan mahasiswa untuk mandiri. Juga, sebagai bekal paska kampus. Sehingga mampu menggeliatkan perekonomian umat dengan memperluas lapangan kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Perubahan ini tentunya tetap berdasar pada terwujudnya visi Institut, yaitu Tri Dharma Institut, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (ART ITB pasal 8 tentang penyelenggaran Tridarma Institut). Sehingga segala kebijakan dan arah gerak seluruh komponen Institut harus menunjang kepada tiga hal tersebut. Namun, sesungguhnya akan dibawa kemana ITB? Namun yang pasti, berdasarkan naskah Akademik ART ITB yang baru disahkan pada 1 September 2006,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ITB akan dibawa untuk memenuhi tantangan jaman dengan memegang prinsip manajemen modern (&lt;i style=""&gt;good governance&lt;/i&gt;).Dengan itu, diharapkan proses pendidikan dan pembelajaran di ITB mampu mengarahkan pemikiran seluruh sivitas akdemika, khususnya mahasiswa yang menjadi cadangan keras (&lt;i style=""&gt;iron stock&lt;/i&gt;) bangsa Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam suatu masyarakat dimana akan diadakan pembangunan, partisipasi penuh dari kaum intelektual adalah mutlak (&lt;i style=""&gt;Zaman Peralihan&lt;/i&gt;, Soe Hok Gie,penerbit GagasMedia (20050). Keberadaan mahasiswa merupakan indikasi kaum intelektual suatu bangsa. Hal ini dikarenakan mahasiswa merupakan elemen yang mengalir. Kelak mantan mahasiswa ini harus mampu menjawab tantangan jaman dalam mengelola bangsa dengan menggunakan seluruh potensi kecerdasan yang dimiliki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa selain kecerdasan otak (IQ) diperlukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kecerdasan emosi (EQ) untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Selain itu, diperlukan pula kecerdasan spiritual (SQ) yang merupakan temuan terkini secara ilmiah dan digagas oleh Danah Zonar dari &lt;i style=""&gt;Harvard University&lt;/i&gt; dan Ian Marshall dari &lt;i style=""&gt;Oxford University &lt;/i&gt;melalui riset yang sangat komprehensif (&lt;i style=""&gt;ESQ&lt;/i&gt;, Ary Ginanjar Agustian). Oleh karena itu, dibutuhkan keseimbangan pemenuhan kebutuhan ketiga potensi kecerdasan ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Untuk bertarung dimedan laga (dunia paska kampus red.), modal yang dimiliki harus mencukupi baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Modal ini meliputi ilmu di bangku kuliah yang akan menghasilkan kecerdasan intelektual serta ilmu&amp;pengalaman di bangku organisasi kemahasiswaan yang akan mengasah kecerdasan emosi dan &lt;i style=""&gt;soft skill&lt;/i&gt;. Peran organisasi kemahasiswaan sangat berperan dalam membentuk jati diri. Menurut Muhammad Hatta, salah satu tugas perguruan tinggi adalah membentuk manusia susila dan demokrat yang memiliki keinsafan tanggung jawab atas kesejahteraan rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Berdirinya organisasi kemahasiswaan ITB (KM ITB) berdasar pada nilai luhur ini. Sehingga output yang diinginkan adalah mahasiswa yang mampu melihat kondisi bangsa dan tergugah pemikirannya untuk mencari solusi. Mengingat mahasiswa adalah &lt;i style=""&gt;iron stock &lt;/i&gt;bangsa, maka tidak seharusnya kehidupan mahasiswa diisolir dari kehidupan bangsa. Untuk mengetahui jalan terbaik memperbaiki bangsa, pertama dan utama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang harus mahasiswa lakukan adalah merasakan dari dekat denyut nadi masyarakat. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Fenomena yang terjadi saat ini, justru sebaliknya. Organisasi kemahasiswaan kehilangan gaung-nya karena telah lekang dimakan oleh gegap gempita hiburan duniawi. Apa benar mahasiswa baru akan memilih menghabiskan &lt;i style=""&gt;weekend&lt;/i&gt;-nya di tempat dugem dibanding di himpunan atau unit?? Entah. Namun, yang pasti sejak dikeluarkannya surat larangan kaderisasi himpunan setahun lalu, kaderisasi himpunan nyaris hilang. Apalagi pada tahun 2006 ini OSKM dilarang. Jadi jangan salahkan mahasiswa baru jika mereka tidak tahu apa-apa tentang kemahasiswaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bicara tentang kaderisasi, di kampus ITB setiap Sabtu sore-Ahad tidak lagi terdengar OS. Terlepas dari baik-buruk OS ditiadakan, yang pasti mahasiswa baru tidak disibukkan oleh acara-acara kampus. Jadi, kita dapat menebak kemana mereka pergi pada akhir pekan? Apalagi mereka butuh ruang untuk bernapas setelah 5 hari otak dan fisik mereka diperas habis-habisan. Tuntutan akademis yang begitu berat tampaknya memberatkan mereka. Allahu’alam, ada kekhawatiran terhadap ketidakseimbangan pola pikir mereka. Kelak pemikiran mereka akan sangat duniawi-&lt;i style=""&gt;minded&lt;/i&gt; (kapitalis red.). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lalu apa yang salah dengan kemahasiswaan kita? Karena pada dasarnya kita punya tujuan yang sama dengan visi-misi ITB. Kenapa kita tidak bisa sejalan? Ruang komunikasi telah dibuka, namun pada akhirnya solusi yang ditawarkan adalah melalui jalur hukum (Kongres-MWA red.). Apakah karena tidak ada lagi rasa percaya satu sama lain?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jika sekilas kita runut ke belakang, berapa kali mahasiswa mendapatkan ‘surat larangan’? Sering? Atau bahkan setiap kali surat yang dikeluarkan berkenaan kemahasiswaan adalah larangan-larangan? Apakah ini bermasalah? Ya, masalahnya adalah karena pihak Institut tidak memberikan ruang gerak yang jelas dan bebas terhadap kemahasiswaan ITB. Dengan kata lain tidak ada pengarahan tentang koridor yang diperbolehkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sungguh sangat mengherankan, ketika di muka dikutip bahwa “proses pendidikan dan pembelajaran di ITB harus mampu &lt;b style=""&gt;mengarahkan pemikiran&lt;/b&gt; seluruh sivitas akdemika, khususnya mahasiswa“, maka sangatlah wajar jika terlontar pertanyaan apakah mahasiswa tidak pernah dianggap dewasa. Karena melulu ‘arahan’ itu berupa larangan. Adakah yang salah dengan kemahasiswaan? Apa yang salah dengan mahasiswa? Sehingga ia tidak layak diberikan kepercayaan. Bukankah ‘larang-melarang’ adalah cara orang tua mendidik anaknya yang masih balita? Padahal saat ini diketahui bahwa metode pendidikan seperti itu tidak akan membuat si kecil tumbuh dan berkembang secara optimal. Apalagi jika itu terjadi pada mahasiswa, yang usianya jauh melampaui usia balita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;*ABCDE!!*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;191206&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-2400396813866782747?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/2400396813866782747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=2400396813866782747&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/2400396813866782747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/2400396813866782747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2006/12/karena-kita-tidak-dianggap-dewasa.html' title='Karena kita tidak dianggap dewasa'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-680369312176807996.post-9161739000583331962</id><published>2006-12-20T18:40:00.000-08:00</published><updated>2006-12-20T18:43:35.176-08:00</updated><title type='text'>:)</title><content type='html'>first of all....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bismillaahirrahmaannirraahiim...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/680369312176807996-9161739000583331962?l=ratihrachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratihrachman.blogspot.com/feeds/9161739000583331962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=680369312176807996&amp;postID=9161739000583331962&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/9161739000583331962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/680369312176807996/posts/default/9161739000583331962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratihrachman.blogspot.com/2006/12/blog-post.html' title=':)'/><author><name>ratih putri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16367361145305100882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
